Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Kelurahan Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023. Usulan kali ini untuk bisa terealisasi oleh pemerintah daerah pada tahun 2024 mendatang.
Lurah Petung Achmad Fitriady, mengaku usulan masyarakat dari 22 Rukun Tetangga (RT) menjadi skala prioritas. Hal itu dianggap demikian karena usulan dari masyarakat adalah kekurangan yang dirasakan secara langsung.
“Musrenbang 2023 yang akan diproyeksi pada 2024, kita akan coba untuk usulan masyarakat menjadi semuanya skala prioritas karena pesan dan skala masyarakat ini adalah usulan yang orisinil,” kata Lurah Petung, Achmad Fitriady, kamis (26/01/2023).
Achmad Fitriady menjelaskan beberapa usulan tersebut. Usulan tersebut nantinya akan diserahkan kepada tingkat atas sebagai pengampun kebijakan untuk merealisasikan.
“Kita tembuskan ke pemerintah yang mengampuh soal pengairan, peningkatan jalan, air bersih dan dilingkungan sekolah maupun UPT puskesmas, TPS hingga penerangan jalan umum yang berada di wilayah Petung,” ujarnya.
Hasil dari usulan tersebut akan disampaikan terlebih dahulu ke tingkat Kecamatan. Dijadwal Kecamatan Penajam akan menerima usulan tersebut paling lambat 3 Februari 2023 mendatang.
“Untuk ke kecamatan sendiri karena kita didedaline untuk menyampaikan usulan musrembang itu tanggal tiga februari. Kami akan mencoba untuk mengakomodir semua kepenting masyarakat kelurahan Petung untuk dijadikan skala priorita,” imbuhnya.
Keinginan usulan masyarakat menjadi prioritas dikarenakan daerah Kelurahan Petung menjadi kawasan perekonomian. Selain itu juga pertumbuhan ekonomi di Kelurahan Petung cukup memiliki gerak yang signifikan.
“Karena memang secara urgensi semua merupakan skala prioritas untuk dipetung karena Petung adalah daerah yang berkembang dengan cepat, Petung merupakan pusat ekonomi, orang mencari nafkah itu di Kelurahan Petung,” tutur Lurah Petung ini.
Tak hanya persoalan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi usulan sebagian masyarakat. Achmad Fitriady juga memiliki cara tersendiri untuk berupaya menyelesaikan persoalan SDM. Pihaknya akan berkomunikasi kepada perusahan setempat untuk diakomodir beberapa pelatihan.
Peningkatan SDM saat ini juga terbilang penting, pasalnya sebagian kawasan Kabupaten PPU menjadi bagian dari Ibu Kota Negara (IKN). Tak menampik persaingan secara SDM bakal semakin ketat dengan pendatang nantinya.
“Kemudian ada keluhan dari masyarakat yang mengikuti musrembang ini terkait dengan, bukan hanya bicara soal pembangunan fisik tetapi juga pembangunan SDM yang ada di Kelurahan Petung. Coba pelatihan fardhu kifaya berkolaborasi dengan perusahaan yang dekat dengan Petung untuk peningkatan kapasitas SDM seperti pelatihan sekurity dan pelatihan yang menunjang bagaimana hari ini dengan adanya IKN,” jelasnya. (log)
















