Tekan Angka Stunting, TP PKK Kalbar Gencarkan Salam Kating

Aksi Menyala Kakak Asuh Stunting (Salam Kating). (Ist)
Aksi Menyala Kakak Asuh Stunting (Salam Kating). (Ist)

Pontianak, helloborneo.com – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari Harisson meluncurkan Aksi Menyala Kakak Asuh Stunting (Salam Kating). 

Salam Kating merupakan sosialisasi gerakan pencegahan stunting melalui gerakan dari para pemuda Kalbar guna membantu masyarakat, terutama keluarga yang mempunyai anak stunting yang benar-benar membutuhkan bantuan. Sehingga dengan adanya Kakak Asuh Stunting anak tersebut dipantau tumbuh kembangnya selama tiga bulan dan diberikan asupan makanan yang bergizi.

“Kami berharap nanti adik – adik memberikan cerita dan pengalaman ini kepada orang lain, sehingga informasi dalam mencegah stunting akan tersampaikan secara masif,” ucap Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Windy Prihastari Harisson di Pendopo Gubernur Kalbar.

Ia menjelaskan, bahwa inisiasinya ini tak hanya sebatas memberikan biaya/bantuan, tapi juga melakukan edukasi terkait gizi seimbang bahkan pendampingan selama tiga bulan ke depan kepada anak yang masuk kategori sunting.

“Mengapa saya ajak anak muda? Karena anak – anak muda ini masih banyak yang sekolah juga merupakan calon pemimpin masa depan. Saya yakin hari ini banyak yang mau menjadi kakak asuh stunting. Mau ya??,” tanya Windy yang disambut gemuruh oleh para peserta untuk berkomitmen menjadi kakak asuh stunting.

Ia juga menerangkan dalam mencegah stunting salah satunya dengan memberikan asupan bergizi pada anak yang terdiri dari tiga komponen, yaitu protein hewani, karbohidrat dan lemak.

Ia berharap, langkah mulia ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini tak lain karena kedepannya Indonangsa ini akan mengalami bonus demografi dan menatap Indonesia Emas 2045.

“Peran dari kita semua, kami bersama Pemprov mengadakan sosialisasi dan edukasi dengan bersama teman – teman yang yang cantik – cantik ini, nutrisionis, hingga dokter yang turut membersamai kita berkeliling Kalimantan Barat untuk melakukan Gerakan Serbu Posyandu dengan mengadakan sosialisasi hingga demo masak seperti hari ini,” tutur Windy.

Ia menerangkan, pada kegiatan tersebut juga turut mencontohkan bagaimana menyajikan MPASI yang baik untuk baduta. Kemudian untuk anak – anak muda Genre, mengajak Genre tersebut khususnya remaja putri untuk rutin meminum penambah darah, agar tidak anemia. Hal ini karena dalam kondisi anemia, dapat mengakibatkan pertumbuhan tubuh kurang optimal, serta bagi ibu hamil dapat berpotensi melahirkan bayi sunting.

Windy menyebutkan, memang banyak sekali tantangan yang dihadapi dalam mensosialisasikan bahaya stunting bagi tumbuh kembang anak. Mulai dari ketidaktahuan apa itu stunting, hingga ada yang paham namun terkendala biaya untuk melengkapi nutrisi buah hatinya.

“Itu juga masalah. Banyak masyarakat yg sudah paham, namun terkendala biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Oleh karenanya kami juga menggencarkan Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GOTA) untuk meringankan beban darinsudara. – saudara akira yang memang benar – benar membutuhkan,” imbuhnya.

Seperti yang diketahui bersama, stunting merupakan kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Dalam kegiatan Demo Masak Menu Stunting ini turut dihadiri Dokter Spesialis Anak, dr. Nevita. Dokter Ahli Gizi, Fitri dan Dokter dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Purwita Sari. (ip/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.