TPS Pilkada PPU Susut 247 Titik Seiring Penambahan Pemilih di TPS

Bagus Purwa

Dokumentasi, Pemungutan Suara.

Penajam, helloborneo.com – Tempat pemungutan suara (TPS) pada  pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Penajam Paser Utara, mengalami penyusutan atau pengurangan 247 titik dibanding dengan jumlah TPS di pemilihan umum (pemilu) seiring kebijakan penambahan jumlah pemilih di TPS.

Jumlah TPS pada pilkada, jelas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara Ali Yamin Ishak di Penajam, mengalami pengurangan sekitar 247 titik.

Pengurangan jumlah TPS itu dilakukan seiring kebijakan KPU RI yang menetapkan jumlah pemilih di TPS pada pilkada menjadi 600 orang, lanjut dia, sedangkan pada pemilu jumlah pemilih di TPS sekitar 300 orang.

Pada pencoblosan pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR dan DPD RI, DPRD provinsi, serta DPRD kabupaten dan kota yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024, jumlah TPS sebanyak 540 titik dengan jumlah pemilih 300 orang di TPS.

Dengan penambahan jumlah pemilih menjadi 600 di TPS pada pilkada itu, kata dia, ditetapkan 293 TPS untuk.pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, serta pemilihan bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan 27 November 2024.

“Pemilu terdapat 540 TPS, sedangkan di pilkada jumlah TPS berkurang menjadi 293 titik yang tersebar di seluruh kelurahan dan desa,” ujar Ali Yamin Ishak.

“Ada penyusutan jumlah TPS sebanyak 247 titik pada pilkada menjadi 293 TPS dengan jumlah pemilih diperkirakan sekitar 468 orang di TPS,” tambah anggota KPU Kabupaten Penajam Paser Utara Aris.

Perkiraan jumlah pemilih itu masih disesuaikan pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian antara daftar pemilih tetap (DPT) pemilu sebanyak 134.383 jiwa, dengan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mencapai 138.070 jiwa.

“Jumlah itu masuk data pemilih sementara (DPS), dan akan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) pemutakhiran data pemilih untuk ditetapkan menjadi DPT,” ucap Aris.

Setiap TPS pada pilkada hanya ada dua kotak suara dengan dua surat suara, ia menimpali lagi, yakni untuk pemilihan bupati dan wakil bupati, serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Dasar kebijakan pengurangan jumlah TPS dilakukan KPU RI itu menyangkut efesiensi anggaran penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.