Bawaslu PPU Waspadai Kebocoran Data Pemilih Pilkada Benuo Taka

Bagus Purwa

Komisioner Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara, Edwin Irawan. (Ist)
Komisioner Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara, Edwin Irawan. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penajam Paser Utara, mewaspadai potensi terjadi kebocoran data pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah (pilkada) di daerah yang akrab disapa dengan julukan Benuo Taka itu.

Potensi kebocoran data pemilih bisa terjadi, jelas anggota Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Edwin Irawan di Penajam, seperti warga yang telah meninggal atau pindah ke luar daerah masuk dalam DPT.

Kemudian warga yang lulus seleksi TNI dan Polri yang secara langsung masuk kategori tidak memilih juga diwaspadai masuk dalam DPT.

“Data warga meninggal dan pindah ke luar, atau yang baru lulus TNI dan Polri itu tidak memiliki hak suara, harus disesuaikan datanya,” tegasnya.

Berikutnya,.lanjut dia, anggota TNI dan Polri yang pensiun sebelum pencoblosan sudah bisa menyalurkan hak suara masuk.dalam.kategori pemilih pemula dan bisa dimasukkan dalam DPT.

Bawaslu Kabupaten Penajam Paser Utara bakal melakukan pengawasan dengan ketat pemutakhiran data pemilih pilkada yang dilaksanakan KPU setempat yang mengacu pada data Pemilu 2024 sebanyak 134.383 pemilih.

Sedangkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) untuk.Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diterima KPU RI mencapai 138.070 jiwa

“Data itu sudah diserahkan kepada KPU Kabupaten Penajam Paser Utara, kemudian diproses pemutakhiran data pemilih,” katanya.

DPT Pemilu 2024 sebanyak 134.383 jiwa, dan DP4 untuk Pilkada 2024 sebanyak 138.070 jiwa, lanjut dia, sehingga ada kenaikan jumlah pemilih dan harus dilakukan pemutakhiran data oleh KPU sebelum ditetapkan menjadi DPT.

Bawaslu juga mewaspadai potensi terjadi pergerakan pemilih pada pilkada di daerah perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara.

“Potensi pergerakan pemilih dari daerah tetangga di pilkada tergolong kecil, tapi kami kami tetap waspadai itu,” jelas Edwin Irawan. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.