Kodim 0904/PSR Gelar Komunikasi Sosial untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim

Komunikasi Sosial untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim. (Ist)
Komunikasi Sosial untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim. (Ist)

Tana Paser, helloborneo.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0904/PSR menggelar komunikasi sosial (komsos) dengan aparat pemerintahan yang dihadiri unsur pemerintah, Polri dan unsur masyarakat di Makodim, Rabu (10/7/2024).

Kegiatan komsos yang mengusung tema TNI AD bersama Aparat Pemerintah bersinergi dalam mengantispasi dampak perubahan iklim ini dibuka Kepala Staf Kodim (Kasdim) Kapten Inf. Sartono Kurniadi. Hadir Staf Ahli Bupati Paser Bidang Politik Hukum dan HAM, Amiruddin.

Kasdim 0904 Paser Kapten Inf. Sartono Kurniadi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperoleh kesamaan visi dan misi serta penafsiran antar segenap elemen masyarakat.

“Kesamaan visi dalam rangka pembinaan potensi sumber daya nasional yang menjadi kekuatan yang dapat didayagunakan untuk mendukung pertahanan negara baik yang langsung di bawah TNI maupun secara luas,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber Juniarsih  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser.

Dalam paparanya, Juniarsih mengatakan perubahan iklim berdampak pada menurunnya kualitas serta kuantitas air dan udara, perubahan habitat, dan meningkatnya wabah penyakit. Selain itu perubahan iklim juga berdampak pada berkurangnya lahan pertanian dan tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Menurut Juniarsih, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim ini yang harus dilakukan adalah  mitigasi dan adaptasi.

Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap dampak perubahan iklim saat ini dan di masa depan. Sementara mitigasi  adalah upaya mencegah atau mengurangi resiko dampak perubahan iklim ini.

Terkait perubahan iklim ini, Juniarsih menilai bahwa TNI Angkatan Darat (TNI AD) selama ini telah memiliki peran yang signifikan dalam menghadapi perubahan iklim melalui kegiatan reboisasi dan penghijauan, penanggulangan bencana alam, dan edukasi atau penyuluhan bencana.

Lanjut  Juniarsih,  TNI juga turut melakukan pengawasan dan pengamanan hutan dari kegiatan illegal dan penebangan liar yang merusak ekositem, melakukan mitigasi bencana bersama Pemerintah Daerah.

Staf Ahli Bupati Paser Bidang Politik Hukum dan HAM mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim ini kerja perangkat daerah seperti  Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Untuk penanganan dampak sosial dari perubahan iklim ini, kata dia, pemerintah daerah juga sudah melakukan penanganan melalui Dinas Sosial.

“Jadi semua dampak tiu sudah diantisasi berikut penanganannya, ” Kata Amiruddin. (mckab/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.