Kabupaten PPU Koordinasi dengan OIKN Tingkatkan Jalan di Sepaku

Bagus Purwa

Riding Vespa Listrik Menuju IKN. (Ist)
Riding Menuju IKN. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk peningkatan infrastruktur jalan di Kecamatan Sepaku yang masuk wilayah Kota Nusantara, ibu kota baru Indonesia.

Pemerintah kabupaten memprogramkan peningkatan Jaka di Kecamatan Sepaku pada 2025, jelas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Petriandy Ponganton Pasulu di Penajam, tetapi hanya pengerasan. 

Pemerintah kabupaten tidak melakukan peningkatan jalan di Kecamatan Sapaku dengan semenisasi, lanjut dia, karena dikhawatirkan bertabrakan dengan perencanaan pembangunan ibu kota baru Indonesia

“Kami khawatir kalau tidak sesuai perencanaan pembangunan Kota Nusantara pasti dibongkar, dan semenisasi gunakan anggaran besar,” tambahnya.

OIKN diharapkan menyampaikan dokumen perencanaan pembangunan ibu kota baru Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, untuk menghindari tumpang tindih program pembangunan infrastruktur di Kecamatan Sepaku.

Setiap program infrastruktur jalan di Kecamatan Sepaku, kata dia, pemerintah kabupaten terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan OIKN untuk menghindari tumpang tindih program pembangunan.

“Jangan sampai program pembangunan pemerintah kabupaten tidak selaras dengan Kota Nusantara, yang membuat anggaran kabupaten sia-sia,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tetap memprogramkan pembangunan setiap sektor di Kecamatan Sepaku, kendati masuk dalam kawasan ibu kota baru Indonesia.

Kecamatan Sepaku sampai sekarang masih masuk atau bagian wilayah administrasi Kabupaten Penajam Paser Utara.

Di Kecamatan Sepaku, menurut Petriandy Ponganton Pasulu, pemerintah kabupaten memprogramkan peningkatan infrastruktur jalan, khususnya 
jalan lingkungan dan jalan usaha tani.

Program pembangunan di Kecamatan Sepaku yang direncanakan diselaraskan dengan perencanaan pembangunan ibu kota baru Indonesia. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses