
Pangkalan Bun, helloborneo.com – Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari belakangan ini memengaruhi ketinggian air Sungai Arut, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Sulistio, warga Kelurahan Raja Seberang, menjelaskan, derasnya hujan yang turun pada hari tersebut membuat tinggi muka air saat ini mencapai 30 cm dari lantai rumah panggung warga yang bermukim di bantaran Sungai Arut.
“Bila curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, potensi banjir bisa saja terjadi di kawasan permukiman warga di bantaran Sungai Arut. Di antaranya Kelurahan Baru, Raja, Raja Seberang, Mendawai dan Mendawai Seberang,” tuturnya.
Bila kondisi banjir yang terjadi akibat meningkatnya tinggi muka air Sungai Arut, menurut Sulistio, pastinya warga harus mengeluarkan dana khusus untuk mengamankan barang dan perabot rumah.
“Permasalahan ini hampir terjadi setiap tahun, sehingga warga rata-rata sudah melakukan tindakan penyelamatan barang dan perabotan rumah agar tidak rusak terendam air. Warga rata-rata membuat panggung didalam rumah. Pastinya untuk itu diperlukandana minimal Rp700.000 hingga Rp1.000.000,” ungkapnya.
Selain itu masih ada lagi hal yang menjadi kekuatiran warga bila kondisi muka air sungai semakin meninggi. “Karena banyak binatang liar, khususnya reptil yang menyelamatkan diri dan bersembunyi di rumah warga akibat air yang merendam habitat. Kemarin ular sempat saya ketahui masuk kedalam rumah dan segera saya lakukan tindakan pengamanan. Hal ini bukan hanya terjadi di rumah saya tapi dibeberapa rumah warga lainnya setiap kali terjadinya peningkatan debit air sungai,” katanya. (ip/log)
















