BPBD Penajam Waspadai Potensi Kebakaran Lahan Gambut

Ari B

Apel Siaga BPBD PPU.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mewaspadai potensi terjadinya kebakaran lahan gambut di daerah itu.

“Kami memberi atensi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya lahan gambut,” jelas Kepala Sub Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Perhatian khusus tersebut lanjut ia, terhadap wilayah Desa Giripurwa di wilayah Kecamatan Penajam. kerena memiliki areal lahan gambut cukup luas.

“Luas areal lahan gambut di Desa Giripurwa mencapai sekitar 500 hingga 700 hektare dan rawan terjadi kebakaran terutama saat musim kemarau,” kata Nurlaila.

Dibanding daerah lain di wilayah Penajam Paser Utara jelasnya, lahan gambut di Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, tergolong paling luas, dengan tingkat kedalaman hampir satu meter.

Potensi kebakaran hutan dan lahan di Desa Giripurwa menurut Nurlaila, cukup tinggi mengingat curah hujan sejak awal Agustus 2019 mulai berkurang.

Lahan gambut di Desa Giripurwa di wilayah Kecamatan Penajam tersebut pernah terbakar pada 2016, dan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara di bantu Tim Manggala Agni butuh waktu sekitar tiga pekan untuk melakukan proses pendinginan.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta masyarakat dan pemilik lahan ikut bertanggung jawab dengan melakukan pengawasan terhadap potensi kebakaran di sekitarnya.

“Musim kemarau diprediksi bertahan sampai Oktober 2019, dan warga juga harus ikut bertanggung jawab agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses