Ari B

Penajam, helloborneo.com – Kondisi kasus virus corona jenis baru atau COVID-19 di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, cukup mengkhawatirkan, kata Kepala Dinas Kesehatan setempat Arnold Wayong.
“Pelan tapi pasti, jumlah kasus virus corona bertambah,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut ketika ditemui helloborneo.com, Selasa.
“Hingga saat ini, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ratu Aji Putri Botung mencapai 36 orang,” jelas Arnold Wayong.
Dalam satu bulan terakhir lanjut ia, penambahan pasien virus corona yang ditangani tim dokter COVID-19 di RSUD Ratu Aji Putri Botung Kabupaten Penajam Paser Utara cukup signifikan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan, sekitar 21 warga terkonfirmasi positif virus corona melalui penularan atau penyebaran antar-masyarakat di satu wilayah (transmisi lokal).
“Transmisi lokal atau penularan lokal COVID-19 bisa terjadi di masyarakat karena memiliki kontak erat dengan pasien virus corona,” ujar Arnold Wayong.
Hingga kini juga terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, 11 orang terdiri dari empat pasien positif COVID-19 dan tujuh diduga terinfeksi virus corona meninggal dunia.
Masyarakat tegas Arnold Wayong, jangan menganggap remeh wabah COVID-19, apalagi sampai sekarang belum ditemukan obat penangkalnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di daerah setempat.
“Pemerintah kabupaten sedang menyusun peraturan bupati menyangkut disiplin protokol kesehatan COVID-19, ada sanksi bagi warga yang melanggar peraturan bupati itu,” kata Arnold Wayong.
Dinas Kesehatan Arnold Wayong menimpali lagi, juga menerapkan pengetatan protokol kesehatan , masyarakat diminta meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 anjuran pemerintah. (bp/hb)

















