Produksi Beras dan Perikanan di Kukar Surplus

Foto Istimewa.

Kutai Kartanegara, helloborneo.com – Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan ketersediaan pangan di Kukar cukup memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang berjumlah lebih dari 600 ribu jiwa.

Dikatakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Wahli ketersediaan beras dan perikanan di Kukar mengalami surplus, baik dihitungan tonasenya maupun kilo kalorinya.

“Untuk produksi beras, Kukar merupakan penyumbang 45 persen dari kebutuhan beras di Kaltim. Kita menghitung jumlah dari kilo kalorinya, ketersedian karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” ujar Muhammad Wahli, Rabu (14/10/2020)

Pihaknya aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, agar pemenuhan kebutuhan konsumsi bisa terpenuhi secara maksimal.

Penyuluhan dan konsumsi berupa pemahaman kepada masyarakat untuk mengkonsumsi 2.150 kilo kalori per kapita per hari. Menurutnya, budaya masyarakat untuk mengkonsumsi sayur masih di bawah kebutuhan standard. Namun, untuk konsumsi kebutuhan protein hewani masyarakat di Kukar cukup berlebih, karena ketersediaan ikan di Kukar juga berlebih.

“Tapi kalau berlebihan konsumsi hewani kan tidak membahayakan bagi kesehatan kita,” jelasnya.

Ia mengakui memang beberapa jenis sayuran masih impor dari luar daerah, seperti wortel, kembang kol, kubis. Hanya saja untuk produksi kembang kol, kubis, dan selada sudah ada diproduksi di Kukar, namun jumlah produksinya belum cukup besar.

Untuk memastikan konsumsi pangan masyarakat terpenuhi, pihaknya juga bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang tergabung dalam tim Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting (Raga Pantas), Dinas Kesehatan sebagai leading sector.

Raga Pantas merupakan program yang diinisiasi Pemkab Kukar untuk mengatasi dan menurunkan angka stunting di Kukar. Dinas Ketahanan Pangan sendiri masuk ke dalam Pantas Pangan, yang merupakan salah satu sub-sektor dari program Raga Pantas.

“Pantas Pangan artinya, supaya mereka mengkonsumsi sesuai dengan kebutuhan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman,” pungkasnya. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses