Bendera Merah Putih Raksasa Dikibarkan di Tebing Sesubang Paser

Foto Istimewa.

Paser, helloborneo.com – Berbagai cara dilakukan untuk menyemarakkan peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-76 tahun. Kelompok pencinta alam Laskar Rimba Merah Putih bersama Kejaksaan Negeri Paser melakukan aksi pemasangan bendera merah putih raksasa di Tebing Sesubang, Kecamatan Muara Komam.

Bendera dengan lebar 20 meter dan panjang 40 meter tersebut berhasil dibentangkan pada ketinggian 80 meter. Diketahui pemasangan sang saka merah putih tidaklah mudah, setidaknya harus melibatkan 6 orang dengan tingkat kemiringan diangka 90 derajat.

Bukan persoalan mudah, mengingat cuaca beberapa hari belakangan di Kabupaten Paser diguyur hujan. Dikatakan Koordinator Lapangan Laskar Rimba Merah Putih, Al Faka, rencana awal dan persiapan aksi pembentangan bendera sang saka merah putih tersebut dilakukan sejak Mei lalu.

“Persiapannya untuk teman-teman pengibar bendera di tebing selama satu bulan. Kalau kegiatan keseluruhan itu tiga bulan terakhir, seperti persiapan pembuatan jalur, pemanjatan hingga pemasangan,” ucap Al Fakar.

Untuk peserta sendiri diungkapkannya melibatkan pencinta alam di Kabupaten Paser. Mengingat masih pandemi Covid-19. Dengan berbagai semarak yang ditunjukkan dalam memperingati hari kemerdekaan, dirinya berharap rasa nasionalisme takkan pernah luntur.

“Dengan kegiatan ini semakin meningkatkan rasa nasionalisme untuk Indonesia lebih baik, Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh,” lantang Al Fakar.

Di tempat yang sama, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Paser, Juli Hartono turut menyaksikan pemasangan bendera di Tebing Sesubang, ia menyebutkan sebagai bentuk rasa nasionalisme bersama pencinta alam, seperti Laskar Rimba Merah Putih dan Stiper Muhammadiyah Paser.

“Kegiatan dilakukan sebagai wujud meningkatkan rasa kebangsaan, persatuan untuk bersama-sama bergandengan tangan memajukan negeri,” jelas Juli.

Saat ini pandemi Covid-19 masih mewabah, dengan momentum kemerdekaan ini semakin mempererat rasa kepedulian satu sama lain.

“Mari untuk selalu saling peduli, bersama-sama menjaga kesatuan, supaya stabilitas dan kondusivitas Kabupaten Paser tetap terjaga,” tutup Juli. (/sop/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses