
Samarinda, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah KalimantanTimur atau DPRD Kaltim mengharapkan tiga kawasan mampu mendongkrak atau meningkatkan perekonomian di wilayah itu.
Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Bagus Susetyo saat ditemui helloborneo.com di Samarinda, Jumat mengatakan, potensi kawasan industri yang ada di wilayah ini harus ditingkatkan.
Provinsi Kalimantan Timur memiliki kawasan industri yakni, Maloy Batuta Trans Kalimantan Special Economic Zone (KEK) Kabupaten Kutai Timur, Pelabuhan Kariangau Kota Balikpapan, dan Kawasan Buluminung Nuclear Industry Science Techno Park (BNI-STP) Kabupaten Penajam Paser Utara.
Apabila kawasan industri tersebut dimaksimalkan menurut Bagus Susetyo, di masa depan bakal menjadi salah satu sektor andalan Provinsi Kalimantan Timur.
“Jadi harus dapatkan perhatian yang lebih maksimal seperti kawasan Maloy yang menjadi potensi pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan menjadi sumber pendapatan daerah,” ujar politisi Fraksi Gerindra tersebut.
Menyangkut kawasan Pelabuhan Kariangau yang terletak di Kota Balikpapan juga diharapkan dapat mendorong aktivitas industri ekspor dan impor antardaerah.
Kemudian kawasan Buluminung dengan luas sekitar 20 hektare, dapat digunakan sebagai kawasan pengembangan nuklir, iradiator gamma guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang ada.
“Apalagi bakal dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, aplikasi iptek nuklir, dan temu antara komunitas iptek nuklir dengan dunia usaha,” jelas Bagus Susetyo.
Ia berharap agar ketiga kawasan industri terbesar tersebut dapat dimasukan dalam rencana revisi RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kalimantan Timur periode 2019-2023 untuk lebih mendongkrak perekonomian.
“Karena salah satu faktor yang menopang perekonomian adalah kawasan industri pengolahan yang semakin menunjukkan tren positif,” katanya lagi. (bp/hb)

















