Muh Riskullah

Balikpapan, helloborneo.com – Pemerintah Kota Balikpapan terkesan membiarkan bencana longsor di Jalan Sungai Wain RT (rukun tetangga) 33 Kilometer 15 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara yang terjadi pada 2020.
Pantuan helloborneo.com di Balikpapan, Selasa, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah kota, sekitar 12 rumah warga hancur tertimpa reruntuhan tanah yang amblas atau longsor tersebut.
“Sampai saat ini kami belum dapt kepastian dari pemerintah kota untuk melakukan perbaikan, sudah hampir satu tahun lamanya kejadian longsor yang menimpa warga itu,” ujar Ketua RT 35 Japar Sodek ketika ditemui helloborneo.com di Balikpapan.
jika permasalahn tersebut terus dibiarkan lanjut ia, akan berdampak pada rumah-rumah lainnya yang ada disekitar lokas kejadian. Saat ini warga bertambah khawatir yakni ruas Jalan Sungai Wain yang terancam putus apabila dibiarkan lama tanpa penanganan.
Mengingat, jalan tersebut satu-satunya akses warga untuk melakukan aktifitas dan merupakanjalan satu-satunya menuju kawasan Sungai Wain yang merupakan sarana vital seperti waduk Sungai Wain, gudang peralatan milik Kodam VI/Mulawarman, Kebun Raya Balikpapan dan ada juga sekolah.
Longsor yang terjadi di Jalan Sungai Wain RT 33 Kilometer 15 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, sudah terjadi seitar sembilan bulan. Sebanyak 12 rumah rusak akibat jalannya amblas dan longsor.
Namun ada penanganan skala besar pembuatan siring seperti yang diminta warga, kendati warga sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah kota dengan memberikan bantuan berupa makanan, minuman, obat obatan dan MCK, warga masih dilanda sedih dan ketakutan rumahnya akan hancur rata dengan tanah.
“Kondisi saat ini rumah sudah tambah parah, sudah turun lagi kurang lebih empat meteran,” ucap Japar Sodek.
Warga korban longsor sampai saat ini hanya menerima bantuan sebesar Rp4,5 juta dari Pemerintah Kota Balikpapan untuk tempat tinggal sementara. Dan telah beberapa kali ditinjau baik dari anggota DPRD maupun pejabat pemerintahan tapi belum ada realisasinya untuk penanganan longsor tersebut.
Mengingat saat cuaca ekstrem di Kota Balikpapan dikhawtirkan berakibat lebih parah fatal tambahnya, warga saat ini menunggu kabar baik dari anggota DPRD maupun dari Pemerintah Kota Balikpapan agar masalah longsor segera dilakukan penanganan,
Utamanya membuat siring untuk mengantisipasi longsor susulan dan membantu warga untuk memperbaiki rumahnya yang rusak, agar tidak ada lagi warga yang mengungsi dan bisa kembali menenpati rumah mereka.
“Yang diharapkan warga segera dilakukan penanganan longsor dan warga dibantu untuk perbaikan rumahnya yang rusak. Kalau dibiarkan, lama-lama rumah warga hancur dan rata dengan tanah,” kata Japar Sodek. (bp/tan)
















