Madri Pani Tagih Janji Bupati Berau Soal Penyediaan 1.000 Titik Wifi

N Rahayu

Berau, helloborneo.com – Ketua DPPRD Berau, Madri Pani usai mendengarkan aspirasi masyarakat di Kampung Pilanju, Pesayan dan juga Buyung-Buyung, menagih janji bupati, untuk penyediaan 1000 titik wifi, yang masuk dalam 19 program unggulannya.

Madri menuturkan, masyarakat tiga kampung tersebut, mendesak ketersediaan air bersih dan juga jaringan internet, guna memperlancar kerjaan aparatur kampung, warga yang berkuliah, dan anak-anak yang masin melakukan sekolah daring. Karena pembelajaran tatap muka (PTM) belum bisa maksimal 100 persen.

“Selain dengan masalah jarigan internet, warga mengeluhkan tentang air bersih dari PDAM yang belum masuk,” ungkapnya (29/11).

Ia melanjutkan, permasalahan ini menjadi serius karena adanya sistem pemerintahan dan keuangan desa yang masuk ke dalam sistem. Hal ini mengharuskan perangkat desa mengangkes jaringan internet.

Menurutnya, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten mampu membuat jaringan yang terkoneksi di 13 kecamatan, agar sistem desa tersebut bisa dijalankan, dan profil online desa bisa diaktifkan.

“Sehingga nantinya jika ada yang ingin mengetahui kegiatan kampung bisa terbaca secara transparan dan bisa diketahui publik, nah masalahnya termasuk pembelajaran yang seharusnya di lakukan secara daring kan ini menjadi susah,” sambungnya.

Ia berharap, kedepannya pemerintah daerah bisa memperjuangkan agar jaringan bisa terkoneksi. Selain itu terdapat 18 janji bupati yang salah satunya adalah menyediakan 1000 titik wifi.

Menurutnya, jaringan internet dapat digunakan untuk mempromosikan kearifan lokal maupun pelatihan keterampilan lainnya. Menggerakkan ekonomi masyarakat pun bisa memanfaatkan pemasaran secara online.

“Karena saya hanya sebagai ketua DPRD yang bertugas sebagai kontrol pemerintah hanya bisa mengingatkan,” imbuhnya.

Politikus Partai Nasdem ini mengatakan, lembaga DPRD berdasarkan reses tiga kali dalam satu tahun memerima aspirasi masyarakat yang sangat urgensi dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, artinya ini harus masuk ke dalam program prioritas dari pemerintah daerah.

“Yang pahit pun harus kita sampaikan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, banyak manfaat internet yang bisa dirasakan oleh masyarakat buyung-buyung, pilanjau, pesayan dan sekitarnya. Antara lain untuk mengelola sistem desa, belajar para siswa, program kerja online, dan publikasi potensi kampung.

“Ya itulah yang dikeluhkan oleh masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, untuk pemasangan 1000 titik wifi direncanakan akan dimulai pada tahun 2022 mendatang. Termasuk kampung-kampung blank spot. Begitu juga untuk kawasan wisata. Seperti Maratua.

“Semua akan kita akomodir, walaupun tidak 100 persen selesai pada tahun depan,” katanya.

Ia melanjutkan, dirinya belum mengupdate berapa persen area di Berau yang masih blank spot. Karena tekhnisnya berada di Kominfo. Ia mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Kominfo, untuk memetakan area blank spot.

“Kita utamakan daerah yang benar-benar area blank spot dulu. Walaupun bertahap,” paparnya.

Sri Juniarsih mengatakan, dengan masuknya Berau dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), tentu peningkatan infrastruktur, salah satunya jaringan internet akan dikebut. Selain masuk KSPN, dengan masuknya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim, tentu berpengaruh juga ke Berau.
“Makanya kita akan kebut itu,” tutupnya. (tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses