Pria berdiri di samping logo Japan Airlines (JAL), di tengah wabah COVID-19, di Bandara Internasional Tokyo, yang biasa disebut Bandara Haneda di Tokyo, Jepang, 30 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Setelah Dikritik, Jepang Cabut Larangan Pemesanan Penerbangan

Tun MZ

Tokyo, helloborneo.com – Kishida mengambil tindakan pencegahan dengan cepat, setelah melihat pendahulunya Yoshihide Suga hampir kehilangan posisi kepemimpinannya setelah menghadapi kritik publik bahwa tindakan penanggulangan COVID-19-nya terlalu sedikit dan lambat.

“Saya telah menginstruksikan Kementerian Perhubungan untuk memperhatikan sepenuhnya kebutuhan warga Jepang untuk pulang,” kata Kishida.

Permintaan penghentian pemesanan penerbangan bertujuan untuk mengurangi kedatangan internasional harian Jepang menjadi 3.500, dari tingkat sebelumnya 5.000, sehingga dapat memperketat kontrol perbatasan ketika varian baru menyebar ke seluruh dunia, kata para pejabat.

Meski permintaan itu dibatalkan, pembatasan harian hingga 3.500 orang tetap akan diberlakukan. Pemesanan penerbangan masuk ke Jepang diperkenankan selama masih di bawah batas itu, kata Hitoshi Inoue, seorang pejabat di Kementerian Perhubungan.

Jepang telah melarang masuknya warga negara asing dari seluruh dunia, kecuali pasangan warga negara Jepang, mereka yang memiliki izin tinggal tetap, dan mereka yang memiliki izin khusus.

Jepang telah melaporkan dua kasus varian omicron, yang pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pekan lalu.

Jepang telah melonggarkan kegiatan sosial dan ekonomi setelah kasus infeksi dengan cepat melambat sejak September.

Permintaan larangan pemesanan penerbangan mengecewakan orang-orang yang merencanakan perjalanan selama musim liburan, termasuk warga negara Jepang yang tinggal di luar negeri yang berharap pulang kampung selama liburan Tahun Baru. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses