Panglima Kodam Luncurkan Program Ketahanan Pangan Di Kota Balikpapan

Keterangan Pers

Balikpapan, helloborneo.com – Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso secara resmi meluncurkan (launching) program ketahanan pangan secara serentak di wilayah jajaran Kodam VI/Mlw yang dipusatkan di daerah Transmigrasi Angkatan Darat (Transad) Kilimeter 08 Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.

Pangdam dalam keterangan pers tertulis yang diterima helloborneo.com di Balikpapan, Sabtu menjelaskan, program ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Kodam VI/Mulawarman saat ini, sejatinya telah merujuk pada kebijakan nasional tentang Food Estate (FE).

Kemudian tindak lanjut dari MoU TNI AD dan Kementerian Pertanian, yang difokuskan pada empat item penting mulai dari meningkatkan produktifitas pangan, diversifikasi pangan non beras, penguatan cadangan pangan daerah dan yang tidak kalah pentingnya adalah modernisasi dan mekanisasi pertanian.

Sehingga Kodam VI/Mulawarman memformulasikan suatu konsep ketahanan pangan yang efektif berbasis tipologi wilayah dengan metode Integrated Farming System (IFS) guna mewujudkan daerah sebagai wilayah penyangga kemandirian pangan di ibu kota negara yang baru.

Kodam VI/Mulawarmam meluncurkan pembukaan lahan secara serentak yang tersebar di seluruh wilayah jajaran Kodam VI/Mlw seluas 1.409,75 hektare, rencana ke depan selain dikembangkan untuk ketahanan pangan dalam menunjang kebutuhan pangan, juga akan dikembangkan menjadi agro wisata.

“Ini kepedulian Kodam VI/Mulawarman dalam ketahanan pangan di wilayah, khususnya dalam menunjang kebutuhan pangan di kawasan calon ibu kota negara. Untuk mewujudkan itu, Kodam VI/Mlw memerintahkan satuan jajarannya memanfaatkan lahan tidur untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

“Membuat demplot-demplot pertanian dengan model IFS dan pendampingan petani, Kodam VI/Mulawarman juga memberdayakan lahan Transad untuk ketahanan pangan mendukung ketahanan pangan calon Ibu kota negara dan wisata agro, ” tambahnya.

Pemberdayaan lahan Transad tersebut bertujuan untuk membantu program pemerintah meningkatkan ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan tentunya meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat serta menjamin ketersediaan logistik wilayah untuk kepentingan pertahanan negara.

Memanfaatkan lahan potensi yang tidak produktif, merubah lahan tidak produktif menjadi lahan pangan produktif, meningkatkan perekonomian daerah di pedesaan serta menyiapkan daerah penyangga pangan dalam rangka perpindahan ibu kota negara.

Untuk wilayah Kota Balikpapan total lahan tidur di seluas 93 hektare untuk ketahanan pangan dan agro wisata, terbentuknya lahan perkebunan Jagung seluas 51,549 hektare, lahan perkebunan durian seluas 15,771 hektare, lahan perkebunan plpukat seluas 9,917 hektare, lahan peternakan sapi seluas 5,235 hektare, sumber air seluas 4,574 hektare, dan terbentuknya jalur air seluas 1,49 hektare.

Kegiatan tersebut dihadiri, , Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim, Kasdam, Irdam, Kapok Sahli, para pejabat Utama Kodam, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Danlanal, Danlanud, Wali Kota Balikpapan.

Hadir pula Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Balikpapan, Ketua GM FKPPI Cabang Balikpapan, Ketua KB FKPPI Cabang Balikpapan, Ketua Hipakad dan PPM Balikpapan, para Ketua Kelompok Tani wilayah Kota Balikpapan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses