Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Bupati Berau Sri Juniarsih berencana bakal menaikkan anggaran untuk dana operasional RT (rukun tetangga) menjadi Rp100 juta pada 2023, dari sebelumnya Rp50 juta.
“Langkah menaikkan anggaran dana operasional RT dilakukan untuk melajukan program pembangunan di setiap RT,” ujar Bupati Sri Juniarsih ketika ditemui helloborneo.com di Berau, Rabu.
“RT perpanjangan tangan paling dekat dengan masyarakat, dengan dana operasional yang besar bisa segera dilakukan pembangunan skala kecil untuk masyarakat. Kami coba terapkan pada 2023” tambahnya.
Anggaran sebesar Rp100 juta tersebut lanjut ia, tentu akan dilakukan pengawasan masing-masing lurah dan kepala kampung, dan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk menyiapkan sarana dan prasarana masyarakat lingkup sekitar RT tersebut.
“Bisa digunakan untuk gotong royong, menjaga kebersihan, dan aktifkan kembali siskamling,” ucap Bupati.
Ketua DPRD Kabupaten Berau Madri Pani, menuturkan, dengan kenaikan dana operasional RT tersebut, sebaiknya dipikirkan secara matang mengingat anggaran kabupaten setempat yang belum stabil.
Jika memang ingin menaikkan dana operasional RT, harus bisa diimbangi dengan kenaikan Alokasi Dana Kampung (ADK).
Sebaiknya bisa disalurkan melalui ADK jelas dia, di Kabupaten Berau terdapat 712 RT, jika dikali dengan Rp100 juta, dana yang harus digelontorkan mencapai Rp71,2 miliar.
Anggaran tersebut sungguh tidak masuk akal tegasnya, jika harus digelontorkan untuk dana operasional RT karena masih banyak pembangunan yang lebih penting. Bukan tidak mendukung, tetapi darimana anggarannya.
Politisi partai Nasdem itu mengatakan, konsep pembangunan yang dimulai dari RT memang bagus, namun harus logis karena anggarannya cukup besar, jika harus dilarikan ke masing-masing ketua RT.
Lebih baik pemerintah kabupaten fokus untuk infrastruktur jalan kata dia, dan dana operasional RT sebesar Rp50 juta tetap dipertahankan sementara waktu, sembari menunggu keuangan daerah kembali aman, setelah dihajar pandemi COVID-19.
“Realistis saja, anggaran Kabupaten Berau belum stabil karena pandemi virus corona, jangan terlalu berjanji,” ujarnya.
Sedangkan dengan anggaran yang sehat saja, sebelum adanya pandemic menurut Madri Pani, realisasi satu RT Rp100 juta tersebut tidak terealisasi, terlebih saat ini banyak sektor yang perlu dipulihkan setelah dihajar badai COVID-19.
“Lebih baik, optimalkan sektor pertanian, sektor perkebunan, dan sektor pariwisata Berau, perlahan saja jalannya, tapi jelas arah dan tujuannya Berau ini mau dibawa ke mana,” ucapnya. (bp/hb)
















