Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Sebanyak 43 kampung di Kabupaten Berau masih “blank spot” atau tidak jaringan telekomunikasi, kata Kepala Bidang Penyelenggara E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat Rahmatia.
“Sepanjang 2021 tidak ada penambahan tower BTS di Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau),” ungkap Rahmatia ketika ditemui helloborneo.com di Berau, Rabu.
“Kami telah usulkan 54 titik tambahan tower BTS kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), tapi hanya 21 tower yang disetujui dan akan mulai direalisasikan pada 2022,” tambahnya.
Sebenarnya rencana pada November 2021 pembangunan tower BTS di Kampung Bohesilian, Kecamatan Maratua, tetapi karena ada suatu kendala sehingga rencana tersebut batal dilakukan jelas dia, dan rencananya pada 2022 dilakukan pemasangan bersamaan dengan 20 tower lainnya.
Seluruh pembangunan tower dilakukan oleh Menkominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), dan tim dari pusat saat ini sedang melakukan tahap survei.
Menurutnya, akses menuju lokasi pemasangan tower menjadi kendala yang harus dihadapi oleh tim, untuk membawa material menuju lokasi.
“Karena medan yang susah dan saat ini musim penghujan membuat tim kesulitan,” ujarnya.
Sebanyak 21 titik pemasangan tower BTS tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Berau, Kecamatan Kelay menjadi kecamatan terbanyak yang menerima tambahan pemasangan tower dengan 11 titik, sisanya tersebar di Kecamatan Segah, Sambaliung, Batu Putih hingga Derawan dan Maratua.
”Tim survei di Kecamatan Kelay rencananya besok akan mencoba menuju lokasi dengan menyusuri aliran sungai,” ucapnya.
Sumber listrik juga menjadi kendala dalam pengentasan maslah “blank spot” di Kabupaten Berau, karena tower tidak akan bisa dipasang apabila tidak ada ketersediaan listrik.
Penggunaan genset bukan alternatif yang tepat kata dia, karena akan memakan biaya operasional yang mahal, dan ketersediaan lahan juga harus disiapkan untuk pemasangan tower nantinya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah kampung pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), bahwa seluruh kampung siap menyediakan sejumlah lahan untuk lokasi pembangunan tower,” jelas Rahmatia. (bp/hb)
















