TB Sihombing

Paser, helloborneo.com – Seekor ular piton sepanjang 5 meter ditemukan di Blok F4, RT 4 Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser saat seorang pekerja membersihkan sejumlah luasan lahan menggunakan alat berat jenis excavator.
Kemunculan ular tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 13.30 WITA, yang membuat pekerjaan sempat terhenti dan jadi perhatian warga setempat lantaran ukurannya yang cukup mengejutkan.
Sang penghuni rumah, Awal (27 tahun) dekat lokasi kejadian, turut membantu pekerja melakukan evakuasi sementara terhadap ular tersebut menggunakan alat berat, warga juga menghubungi pihak terkait agar ular kulit coklat belang itu dievakuasi.
“Saya langsung informasikan ke Kades (Kepala Desa) Tapis adanya ular itu. Ini perdana kali saya lihat depan rumah,” ujarnya ketika ditemui helloborneo.com.
Bagaimana jika lahan semak belukar dan tanaman liar tersebut tidak dibersihkan lanjut ia, karena tidak menutup kemungkinan lebih dari satu ekor. Dan berdasarkan pengakuan pekerja, melihat ular yang berbeda sebelumnya sesaat memulai pekerjaan.
Setiba di lokasi, Kepala Desa Tapis, Dody Ismanu langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Paser untuk menginformasikan kemunculan ular itu, agar dievakuasi lebih lanjut.
Kendati dirundung ketakutan, namun ia tetap mengabadikan gambar sebagai bukti otentik keberadaan ular yang masih hidup meski lemas akibat ditindis alat berat. Pasalnya, tidak alat bantu yang tepat guna mengantisipasi serangan ular tersebut.
“Alhamdulillah tidak berapa lama personel Damkar datang dan membawa ular itu. Saya sempat takut juga ngambil gambar untuk dilaporkan, cuma demi kebaikan bersama saya rela,” jelas Dody Ismanu, didampingi Ketua RT 4 Desa Tapis, Muhammad Yusuf.
Ia mengimbau agar warga selalu hati-hati saat kerja bakti atau membersihkan semak belukar. Sementara warga yang menyaksikan proses evakuasi ular, secara spontan mengatakan bahwa ayamnya yang selama ini hilang tidak menutup kemungkinan dimakan ular.
“Sepertinya ular itu yang makan ayam kami, sudah berapa ekor hilang,” kata warga Desa Tapis. (bp)

















