CH Borneo

Berau, helloborneo.com – Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Berau, menilai perlu adanya regenerasi terhadap Industri Kecil Menengah (IKM). Hal ini dikarenakan, lambatnya perkembangan IKM di Bumi Batiwakkal.
Katanya, sejak dulu perkembangannya hanya berkisar 200 saja. Ini tentu sulit untuk dikembangkan. Apalagi untuk kerajinan tangan yang membutuhkan ketekunan dan keahlian khusus, perlu terus mengembangkan industri agar muda ada.
Ditambah, generasi muda dinilai lebih memahami digitalisasi. Tentu saja kemudahan dalam pemasarannya. “Rata-rata para perajin usianya tidak muda lagi,” jelasnya Minggu (19/2/2022).
Kendala dalam pemasaran yaitu masih ada beberapa daerah yang blank spot atau tidak ada jaringan. Sehingga kesulitan jika harus memasarkan secara online. Para perajin bukan mau mengikuti perkembangan teknologi, tapi terkendala jaringan internet.
“Seperti di Kampung Pandan Sari Kecamatan Segah, tidak ada jaringan internetnya,” tambahnya. Untuk itu bersama bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau, memiliki rencana peningkatan serta pembinaan IKM di Kabupaten Berau.
Terkait manajemen usaha, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, strategi pemasaran dan standarisasi produk guna meningkatkan daya saing. “Terutama kualitas SDM perlu ditingkatkan,” lanjutnya.
Salim menambahkan, para pengrajin saat ini sedang dipersiapkan untuk mengikuti expo mini yang akan diadakan di Pulau Maratua. Guna menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
“Hasil kerajinan industri kita akan dipamerkan, seperti tenun, batik, dan anyaman,” tambahnya. (log)
















