Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, berharap ada alokasi dana khusus untuk menopang pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, sehingga daerah itu dapat mengimbangi pembangunan yang bakal dilaksanakan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang saat ini tengah dirancang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Jon Kenedi saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan,permintaan itu cukup wajar karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD kabupaten sangat terbatas sehingga tidak mampu membiayai kebutuhan pembangunan infrastruktur yang diperlukan.
Dengan terbatasnya APBD kabupaten tersebut lanjut ia, dipastikan tidak akan mampu mengimbangi pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN baru bernama Nusantara.
“Kami berharap ada dana khusus untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dari pemerintah pusat di luar dari DBH (dana bagi hasil) dan DAK (dana alokasi khusus),” ujarnya.

Dengan adanya dana khusus tersebut maka agar pembangunan di Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai penyangga ibu kota negara tidak tertinggal jauh dengan pembangunan IKN Nusantara,” tambahnya.
Ada sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara yang belum rampung yakni jalan pesisir pantai (coastal road) di Kecamatan Penajam.
Kemudian jalan dari Kawasan Industri Buluminung atau KIB di Kelurahan Buluminung sampai Jembatan Pulau Balang di Kelurahan Pantai Lango.
Pembangunan lanjutan infrastruktur jalan tersebut menurut politisi Partai Demokrat tersebut, membutuhkan anggaran berkisar ratusan miliar rupiah.
“Jembatan Sungai Nenang Besar dan Jembatan Sungai Nenang Kecil juga belum selesai pembangunannya,” ucap Jon Kenedi.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas kata dia, telah meminta pemerintah kabupaten untuk mengusulkan program pembangunan yang akan dilaksanakan.
“Kami tidak inginkan kesenjangan antara wilayah IKN Nusantara di wilayah Kecamatan Sepaku dengan Kabupaten Penajam Paser Utara,” tegas Jon Kenedi. (adv/bp)

















