Warga Penajam Keluhkan Air Bersih, Syarifuddin HR Segera Panggil Pihak PDAM Danum Taka

ES Yulianto

Suasana Reses masyarakat di Kelurahan Penajam, Syarifuddin HR. (Ist)
Suasana Reses masyarakat di Kelurahan Penajam, Syarifuddin HR. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pada reses masa sidang II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (28/03/2022), Syarifuddin HR menghimpun aspirasi masyarakat daerah pemilihannya yaitu Kecamatan Penajam.

Anggota Komisi II DPRD kabupaten PPU, Syarifuddin HR. (ESY)
Anggota Komisi II DPRD kabupaten PPU, Syarifuddin HR. (ESY)

Syarifuddin HR mendapatkan banyak keluhan, yang didominasi kekurangan air bersih yang masih terjadi saat ini. Mesai sebagian masyarakat mendapatkan bantuan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) namun tidak bisa menikmati air bersih.

“Terkait reses yang saya laksanakan tadi malam di Kelurahan Penajam, rata-rata masyarakat mengeluhkan air bersih. Banyak masyarakat penerima MBR namun belum ada air bearish mengalir di wilayah RT 7, 12, 13, dan 16 Gunung Seteleng termasuk Kayu Api,” kata Syarifuddin HR.

Reses masa sidang II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (28/03/2022), Syarifuddin HR. (Ist)
Reses masa sidang II DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (28/03/2022), Syarifuddin HR. (Ist)

Syarifuddin HR keesokan harinya berupaya melakukan komunikasi dengan pihak pengelola air bersih dalam hal ini Perumda Danum Taka. Berharap adanya jawaban mengembirakan untuk masyarakat, namun jawaban malah sebalikanya, dengan jawaban yang sama seperti tahun sebelumnya.

Beberapa kendala mulai dari pipanisasi air bersih sepanjang 120 kilometer saat ini belum diserahterimakan Perumda Danum Taka dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Jawaban mereka sama seperti jawaban tahun lalu diulang mereka. Terkait dengan air bersih ini jawabnnya karena ada beberapa pipa pemasangan 120 kilometer ukuran 8, 5, 3, dan 2 inci belum diserahkan sepenuhnya ke PDAM sehingga belum bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Legislator Partai Demokrat ini akan memanggil kedua belah pihak untuk mencari solusi agar keluhan masyarakat bisa teratasi dalam kesempatan rapat kerja, yang diperkirakan digelar awal April 2022 mendatang.

“Awal bulan akan panggil Dinas PU dan PDAM untuk rapat kerja, kalau misalanya diserahkan ke PDAM juga tidak berani karena dia waktu pemasangan pipa tidak dilibatkan pdam atau sambung tidak tersambung, harusnya ini diselesaikan masalahan ini, hampir 10 tahun begitu” tandasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses