Legislator Sepaku Perjuangkan Keluhan Soal Listrik Desa Bukit Raya

ES Yulianto

Reses masa sidang kedua DPRD Kabupaten PPU, Sariman. (Ist)
Reses masa sidang kedua DPRD Kabupaten PPU, Sariman. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pada Reses (Serap Aspirasi) masa sidang II anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sariman menerima keluhan mengenai persoalan infrastruktur listrik meski listrik sudah dirasakan masyarakat Desa Bukit Raya

Sariman mengatakan bahwa keluhan sebagian masyarakat Desa Bukit Raya adalah tiang listrik kurang memadai. Hal tersebut terjadi beberapa jalan masuk ke daerah permukiman.

“Kalau untuk masyarakat Bukit Raya listrik semua sudah teraliri. Cuman memang infrastrukturnya itu misalnya tiangnya tidak ada. Tiang masuk jalan raya,” kata Sariman ditemui di Kantor DPRD.

Suasana reses di Desa Bukit Raya. (Ist)
Suasana reses di Desa Bukit Raya. (Ist)

Kondisi saat ini dijelaskan oleh Sariman yang terjadi di lapangan adalah tiang listrik masih menggunakan kayu. Dan hal tersebut telah dikeluhan beberapa kali melakukan surat kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat.

“Dari jalan raya yang masuk ke gang-gang itu tidak ada tiangnya semua. Semuanya masih tiang kayu dan itu dikeluhkan oleh kepala desanya. Dari informasi kepala desa hal hal yang dilaksanakan itu sudah bersurat ke PLN,” jelasnya

Sariman menginginkan perhatian PLN untuk menindaklanjuti hal tersebut. Ia ingintiang kayu diganti dengan tiang standar pihak PLN sehingga memiliki tingkat keamanan yang cukup. Kebutuhan saat ini PLN harus mampu mendirikan tiang yang standar sekitar 170 tiang.

Suasana reses di Desa Bukit Raya. (Ist)
Suasana reses di Desa Bukit Raya. (Ist)

“Nah maka saya minta ke PLN untuk menindaklanjuti ini. Artinya supaya lebih safety juga kalau tiangnya diganti lebih bagus. Yang standar PLN dan itu kebutuhan sekitar 140 tiang yang dibutuhkan,” ucapnya.

Bila tidak mendapatkan tanggapan, Sariman tak akan melakukan hearing melainkan mendatangi kantor PLN setempat agar dapat memberikan kepastian pemasangan tiang yang sesuai standar.

“Kalau KK sekitar 700 dan di desa itu saya kira lorong-lorong yang masuk dan tidak ada tiang listrik. Padahal ada semua listriknya, makanya itu itulah yang dikeluhkan masyarakat. Supaya diperbaiki saya tidak akan hearing, saya akan datang langsung. Saya akan bertemu dengan pimpinan PLN untuk menyerahkan surat dari kepala desa setempat,” tutupnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses