
David P
Balikpapan, helloborneo.com – Polresta Balikpapan memastikan dua pekerja yang tewas di palka kapal China Express bukan lah pekerja PT Kutai Refinery Nusantara (KRN).
Dua korban bernama Fajar (23) dan Andrian (32) merupakan pekerja dari PT Yeda Jaya Pratama, yang ditunjuk oleh PT Balikpapan Cipta Lestari untuk melakukan pengasapan atau fungigasi di Kapal China Express.
Proses pengasapan dilakukan terhadap serbuk kayu yang berada di dalam palka kapal atau ruang dalam kapal.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vinchentius Thirdy Hadmiarso menerengkan, insiden terhadap dua pekerja bermula pada Sabtu (23/4) sekira pukul 08.00 Wita. Sebanyak 15 pekerja dari PT Yeda Jaya Pratama naik ke kapal China Express.
“Kemudian dilakukan penutupan ventilasi pada palka kapal untuk mengantisipasi pengasapan tidak keluar dari palka. Kemudian setelah melakukan lakban, dimulai pengasapan di dalam palka dan ditunggu 1×24 jam,” ujar Thirdy.
Kemudian, pekerja dari PT Yeda Jaya Pratama kembali naik ke kapal untuk memeriksa hasil dari proses pengasapan di kapal China Express.
Beberapa hari kemudian pada Selasa (26/4) sekira pukul 23.00 Wita, korban Fajar mendengar suara pipa jatuh didalam palka kapal yang telah dilakukan proses pengasapan tersebut. Khawatir adanya gangguan proses fungisasi, Fajar pun memutuskan untuk turun ke palka kapal.
“Kemudian korban turun ke dalam palka guna mengambil pipa dengan menggunakan APD sesuai prosedur. Sempat keluar dan mengantarkan pipa yang diterima oleh beberapa saksi, termasuk korban kedua, Andrian,”jelas Thirdy.
Namun setelah mengeluarkan pipa, Fajar yang turun kembali kedalam palka tak kunjung keluar. Ditunggu beberapa saat, akhirnya seorang rekan lainnya pun memeriksa dari atas dek menggunakan senter.
Saat itu Fajar terlihat dalam kondisi jongkok di bawah tangga, tak berselang lama Fajar terlentang. Mengetahui hal itu korban kedua, Andrian turun untuk membantu menyelamatkan Fajar.
Upaya Andrian tak berjalan mulus. Ia justru ikut terkulai lemas lantaran diduga menghirup gas beracun yang ada di dalam palka kapal.
“Lama ditunggu, dicek, saksi melihat korban pertama dan kedua sudah tidak sadarkan diri dalam palka dengan posisi terlentang di atas serbuk kayu,” tukasnya.
Melihat hal itu, saksi lainnya pun berusaha mencari pertolongan agar bisa menyelamatkan ke dua korban yang terjebak di bawah palka.
Namun nahas, meski keduanya berhasil dievakuasi dari dalam palka, nyawa kedua korban tak sempat tertolong. Kedua korban pun dibawa menuju RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.
Kepolisian sendiri sampai saat ini, masih melakukan penyelidikan terhadap kematian ke dua korban, 4 saksi telah diepriksa dalam kasus ini.
“Termasuk kedua saksi yang melihat korban terlentang di palka. Sampai saat ini ada empat orang saksi yang sudah kita mintai keterangan,” pungkasnya. (yor)
Baca juga:
















