ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Bijak Ilhamdani meminta agar penyaluran air bersih kepada pelanggan tidak dihentikan akibat sedimentasi pada kolam penampungan air baku di instalasi pengolahan air bersih (water treatment plant/WTP) Lawe-Lawe.
“Kami minta penyaluran air bersih kepada pelanggan tetap berjalan,” ujar Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut kepada helloborneo.com di Penajam, Kamis.
Politisi Partai Demokrat tersebut meninjau WTP Lawe-Lawe terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi air yang dihasilkan Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Danum Taka tidak jernih atau keruh.
“Meninjau WTP Lawe-Lawe terkait kondisi air yang dikeluhkan pelanggan beberapa hari belakangan karena keruh,” ucapnya.
“Dari hasil peninjauan kami meminta persoalan kondisi air keruh itu bisa teratasi dengan lakukan pembersihan di penampungan air yang berlumpur,” tambahannya.
Dengan adanya pembersihan lumpur pada kolam penampungan air baku di WTP Lawe-Lawe tersebut tidak diinginkan menghambat distribusi air bersih kepada sekitar 11.000 pelanggan di Kecamatan Penajam.
“Kami juga mendesak agar dalam proses pembersihan lumpur di WTP itu, pelayanan Perumda Air Bersih Danum Taka masih terus berjalan,” kata Bijak Ilhamdani.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Abdul Rasyid sebelumnya menyampaikan melalui keterangan akan menghentikan distribusi air hingga dua pekan ke depan guna menuntaskan persoalan sedimentasi.
Sedimentasi terjadi pada kolam penampungan instalasi pengolahan air bersih yang terletak di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. (bp)

















