PPU Dianggap Harus Mempunyai Taman Makam Pahlawan

ES Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor ditemani Sekda, Tohar saat kegiatan tabur bunga. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dalam peringatan wafatnya Aji Raden Kusuma Bin Anden Oko, para keluarga serta keturunannya berharap adanya taman makam pahlawan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Aji Raden Kusuma Bin Anden Oko dianggap sebagian orang adalah pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor menyatakan bahwa hadirnya para pahlawan di Kabupaten PPU harus menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya Aji Raden Kusuma Bin Anden Oko bersama tokoh lainnya telah memperjuangkan kemerdekaan di Benuo Taka.

“Ada kronologis yang patut kita banggakan sebagai warga Kabupaten PPU, bahwa ada sebuah cikal bakal yang mungkin nanti harus di kita perjuangkan bersama, bahwa perjuangan beliau pada saat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia tentu beliau ini bagian daripada perjuang kemerdekaan yng harus juga kita kenang,” kata Syahrudin M Noor, Minggu (21/08).

Masa perjuangan para tokoh seperti, Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang, dan Aji Natam harusnya tertuang dalam sebuah buku. Hal tersebut mempermudah masyarakat mengetahui sejarah tokoh tersebut.

“History dicatatkan atau dibukukan agar bisa diketahui khalayak ramai,” ucapnya.

Saat ini para tokoh tersebut dimakamkan di tanah perorangan di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara. Atas upaya melestarikan sejarah, para keluarga dan keturunan bakal menghibahkan tanah untuk menjadi Taman Makam Pahlawan.

“Kalau memang bisa ini dijadikan makam pahlawan, tentu kami para juriyah merasa senang, merasa bangga bahwa ada penghargaan dari perjuangan beliau itu dari Pemerintah Kabupaten PPU. Dan kami bersepakat ingin menghibahkan karena memang taman makam pahlawan belum ada,”

Hingga umur 20 tahun Kabupaten PPU, Taman Makam Pahlawan hanya menjadi cerita fiksi. Hadirnya Taman Makam Pahlawan dianggap memberikan kesan baru yang sangat luar biasa bagi Benuo Taka. Harapan tersebut harusnya bisa menjadi nyata.

“Situs kebanggaan kita, saya berharap itu, bagaimanapun upaya dari syarat, persyaratan tentu harus kita penuhi supaya ini menjadi perjuangan kita dan bisa direalisasikan,” tuturnya.

Sekretaris Kabupaten Tohar.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar menanggapi keinginan tersebut, bahwa atas nama pemerintah menyambut baik keinginan keluarga dan keturunan. Namun dirinya harus memastikan bahwa upaya Taman Makam Pahlawan harus diisi oleh sesuai kriteria khusus seperti pejuang kemerdekaan.

“Harapan bahwa ini menjadi salah satu fasilitas kita kedepan untuk menempatkan orang-orang yang punya kriteria khusus terkait dengan perjuangan kemerdekaan. Kami atas nama pemerintah menyambut baik, tinggal nanti prosedur proses itu ditempuh karena ini memang milik perorangan mekanismenya itu pasti ada,” kata Tohar.

Tabur bunga di Taman Makam Palawan. (Ist)
Tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. (Ist)

Tanggung jawab atas penetapan para pahlawan pun harus diupayakan bersama dari pihak yang saling terkait. Pasalnya penetapan pahlawan tak mudah sehingga perlu menjadi beban moral bersama.

“Harapan kita, mana kala memang ada prosedur lebih jauh terkait dengan penetapan pahlawan nasional ini, menjadi beban moral kita untuk bersama-sama memberikan dukungan, bagaimana proses itu bisa kita tempuh bersama,” jelasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses