Tim Program Dosen Mengabdi Universitas Jember

Bali, helloborneo.com – Sinar matahari yang muncul lembut mulai terasa hangat, dari kejauhan terlihat banyak deretan motor terparkir rapi di depan kantor Desa Kemenuh. Ternyata, ada suatu rutinitas tidak biasa pagi itu. Pada 22 September 2022, di Aula Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar dipadati pengrajin kayu dari beberapa banjar yang terdapat di desa Kemenuh yang menyambut hangat Tim Program Dosen Mengabdi Universitas Jember.
Tim Program Dosen Mengabdi yang beranggotakan Wiwin Hartanto, Luh Putu Indah Budyawati, dan Akhmad Ryan Pratama, melakukan kegiatan pengabdian bertemakan, “Diversifikasi Produk Sebagai Upaya Peningkatan Profit Pengrajin Kayu Desa Kemenuh Pasca Pandemi Covid-19”.
Desa Kemenuh secara administratif terletak di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, lokasinya sangat strategis dan memiliki identitas sebagai Desa yang terkenal atas produk-produk keseniannya. Desa Kemenuh berada di pusat Kabupaten Gianyar dan juga letaknya tidak terlalu jauh dengan kota Denpasar Ibu Kota Propinsi Bali.
Desa Kemenuh merupakan salah satu desa diantara 72 Desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Gianyar. Terdapat 11 Banjar di Desa Kemenuh, sehingga dari sudut luas wilayah, serta jumlah populasinya lebih dari 10 ribu orang, maka Desa Kemenuh digolongkan dengan kategori Desa menengah.

Sumber daya Ekonomi dan manusia di Desa Kemenuh dimanfaatkan untuk menopang potensi pembangunan desa yang bertumpu empat sektor utama, yaitu: Pertanian, kerajinan, seni dan pariwisata. Desa Kemenuh mempunyai arti strategis sebagai penyangga kota Gianyar masih menonjol suasana tradisional yang dikuatkan oleh fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan adat yang masih sangat kental seperti: Desa pakraman, Subak, Banjar, Sekaa Teruna dan yang lainnya.
Desa Kemenuh pada dasarnya memiliki beragam potensi dan keunggulan produk lokal. Potensi sumber daya seni perkembangannya paling menonjol terutama Citra positif Desa Kemenuh sebagai penghasil kerajinan Patung kayu yang diminati wisatawan baik dosmetik maupun mancanegara.
Namun, Covid-19 yang terjadi awal tahun 2000 membuat potensi Pariwisata di seluruh Bali terhenti. Jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan sangat drastis. Fenomena penurunan wisatawan berdampak pada penjualan karya seni berupa patung kayu yang ikut menurun, karena biasanya yang membeli karya seni tersebut kebanyakan adalah wisatawan.
Untuk menyiasati kendala penurunan jumlah penjualan produk kerajinan berbahan kayu, tim Pengabdian Masyarakat UNEJ memberikan solusi dengan menawarkan alternatif diversifikasi produk kayu olahan yang dapat dilakukan oleh pengrajin dengan cara mendiversifkasi produk mereka. Salah satunya dengan membuat Alat Permainan Edukatif (APE).
Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berjumlah ratusan di Bali menjadi salah potensi laten sebagai pangsa pasar distribusi produk-produk APE.
“Saat ini produk APE untuk memenuhi kebutuhan lembaga PAUD di Bali kebanyakan didatangkan dari luar (Bali), sehingga ini menjadi sebuah peluang bagi para pengrajin lokal untuk dapat memenuhi permintaan kebutuhan akan produk APE”, ujar Luh Putu Indah Budyawati, salah seorang Pengajar Pada Program Studi Pendidikan Guru PAUD, Universitas Jember.
Untuk pemasaran produk APE yang dihasilkan para Pengrajin di desa Kemenuh, Tim Pengabdian yang diketuai Wiwin Hartanto siap melakukan pendampingan secara konsisten dengan memberikan pelatihan membuat Branding dan promosi secara daring melalui akun media sosial.
“Kami akan membantu memasarkan produk APE yang dihasilkan oleh teman-teman Pengrajin di desa Kemenuh dengan membantu pemasaran secara digital, mulai mendampingi pembuatan laman daring (website) hingga pelatihan penjualan secara daring melalui Tokopedia, Shoppee, Lazada, dan berbagai platform Market Place lainnya”, dikutip dari Wiwin Hartanto, Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi, UNEJ.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar, diikuti puluhan pengrajin dari Desa Kemenuh. Para Peserta terlihat antusias melontarkan gagasan, dan terlihat aktif mengamati berbagai macam bentuk visualisasi yang dijadikan contoh ketika sosialisasi berlangsung.
“Saya berterima kasih kepada Universitas Jember atas kegiatan ini, semoga kegiatan ini terus berlangsung dan dapat ditingkatkan Kembali, sehingga Desa Kemenuh mampu meningkatkan perekonomian warganya kembali pasca pandemi Covid-19”. ujar Idewa Nyoman, Kepala Desa Kemenuh. (adv/log)

















