Syarifuddin HR Pertanyakan Perkembangan Taman yang Dibongkar PT Pertamina

ES Yulianto

Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)
Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mempertanyakan perkembangan nasib taman yang dibongkar PT Pertamina melalui subcon untuk pemasangan pipa awal tahun 2022 lalu.

Syarifuddin HR, anggota DPRD Daerah Pemilihan Kecamatan Penajam mengaku bosan menindaklanjuti hal tersebut. Namun sebagai wakil rakyat dirinya harus memperhatikan keluhan masyarakat terdampak.

Dirinya meminta PT Pertamina melalui subconnya bisa menyelesaikan taman yang telah dibongkar untuk pemasangan pipa lalu.

Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)
Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)

“Ini sudah kesekian kali, kami berharap dengan sangat agar PT Pertamina atau kontraktornya menyelesaikan taman yang sudah digerus kemarin untuk pemasangan pipa. Kami memohon segera dikembalikan seperti asal dan lebih baik lagi,” kata Syarifuddin HR, Selasa (04/10).

Syarifuddi HR selalu menampung pertanyaan masyarakat akan nasib taman tersebut. Dirinya meminta sebagai komitmen awal kesepakatan pembangunan taman tak perlu muluk, yang awalnya direncanakan sepanjang 4 kilometer bisa kurang dari itu.

Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)
Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)

“Inikan masyarakat juga bertanya-tanya, kapan, kapan dan kapan, saya ini selalu bilang segera. Artinya gini saya dengar dari pihak pertamina dari depan Arahman sampai Samsat. Tidak usah dipikirkan dulu, bangun dari saja dulu dari masjid Ar-ahman sampai depan puskesmas itu dulu,” ujarnya

Komunikasi terakhir antara pemerintah daerah, pihak subcon PT Pertamina dan DPRD tinggal menentukan desain taman. Dari hal itu telah disepakati desain taman yang lebih murah sesuai kemampuan subcon terlebih dahulu.

Syarifuddin HR turut menyayangkan pembongkaran taman tersebut, pasalnya sebagian taman dibantu dibangunkan oleh pemerintah daerah melalui anggaran daerah.

“Komunikasi terakhir sisa desainnya, saya tidak mengetahui lagi masalahnya sampai hari ini. Ini mereka janji janji janji terus, ini repot kalau begini ini. Heran saya padahal pembangunannya dulu sebagian menggunakan uang apbd,” jelasnya

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten PPU ini berharap pembangunan taman bisa dilakukan tahun 2022 ini. Minimal untuk area rekreasi masyarakat hingga peluang untuk usaha kecil menengah.

“Tolonglah kalau bisa secepatnya kalau bisa tahun ini. Ini sekarang dibongkar dan dibiarkan seperti sekarang, sementara masyarakat berharap ada taman untuk orang duduk santai bisa untuk tempat berjualan umkm seperti mini malioboro,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses