NB Purwaniawan

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, meminta pemerintah kabupaten setempat membangkitkan sektor UMKM (usaha mikro kecil menengah) dan pariwisata untuk menggairahkan ekonomi masyarakat di daerah itu.
Sektor UMKM dan pariwisata harus dibangkitkan kata Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahruddin M Noor di Penajam, Selasa (18/10), untuk mendorong ekonomi masyarakat semakin baik.
Sektor UMKM dan pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara perlu diperkuat dalam menghadapi resesi global 2023.

Dengan upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser menyisihkan dua persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD, dinilai sektor UMKM dan pariwisata di daerah berjuluk “Benuo Taka” itu dapat bangkit dari potensi resesi tahun depan (2023).
Adanya tambahan dana permodalan merupakan pondasi awal mengatasi resesi dam laju inflasi jelas dia, sehingga sektor UMKM dan pariwisata bisa bangkitkan ekonomi masyarakat.
Diharapkan bantuan atau stimulus bagi pelaku UMKM dan pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat disalurkan tepat sasaran.
Legislatif (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara bakal mengawal dan mengawasi penyaluran bantuan tersebut, dan masyarakat diminta melaporkan apabila ada penyaluran yang tidak tepat sasaran.

“Kami nilai potensi resesi global 2023 adalah peringatan dari Presiden untuk semua lapisan masyarakat,” ujar Syahruddin M Noor.
Langkah untuk mengantisipasi resesi ekonomi 2023 adalah memaksimalkan dan memberikan dukungan berupa bantuan atau stimulus kepada pelaku UMKM dan pariwisata.
Dia optimistis Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mampu menghadapi resesi global 2023 dengan mendorong sektor UMKM dan pariwisata untuk bangkit.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara harus memberikan bantuan dan mendampingi pelaku UMKM dan pariwisata untuk bangkit untuk menggairahkan ekonomi masyarakat dan menghadapi resesi ekonomi global. (adv/log)
















