Tontong Bhakti Sihombing

Paser, helloborneo.com – Pengentasan buruknya infrastruktur di Kabupaten Paser masih belum sepenuhnya diatasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser. Perbaikan jalan bahkan yang belum tersentuh pembangunan juha masih jadi harapan masyarakat.
Salah satunya yang dikeluhkan, yakni jalan lingkungan di Desa Kresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong. Hal itu terungkap, setelah Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari menggelar Serap Aspirasi (Reses) di wilayah setempat. Senin (17/10).
“Warga ingin jalan-jalan lingkungan diperbaiki agar tidak tidak licin. Apalagi saat musim hujan. Memang butuh perhatian ini,” kata Ikhwan.
Saat dilakukan peninjauan. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, hanya 30 persen dari total panjang jalan lingkungan tersentuh pembangunan. Sehingga masyarakat setempat menginginkan agar akses jalan disentuh pembangunan.
Tak hanya jalan, keluhan lain yang juga perlu mendapat perhatian yaitu distribusi air bersih. Hal ini dibutuhkan sebagai antisipasi jangka pendek sembari menanti hadirnya sumur bor yang dahulu bagian dari aspirasi masyarakat setempat untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
“Untuk air bersih akan ada pemasangan jaringan pipanisasi pada anggaran perubahan tahun ini. Apalagi jaringan sangat dekat,” tuturnya.
Sebagai wilayah dengan masyarakat yang dominan berprofesi sebagai petani, Ketua DPD Partai Golkar Paser ini juga menerima usulan berupa sarana irigasi, normalisasi parit dan alat dan mesin pertanian (Alsintan),
“Usulan pada reses ini akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) di anggaran tahun 2024,” pungkasnya. (log)
















