L Gustian

Samarinda, helloborneo.com – Berdasarkan Perpres 62 Tahun 2022 tentang Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), paling sedikit dua orang Deputy diutamakan dari unsur masyarakat lokal. Kamis (13/10) lalu Kepala Otorita IKN Bambang Susantono melantik sekretaris, 3 deputi, dan satu kepala unit kerja.
Dr Myrna Asnawati Safitri, SH MA adalah satlah satunya yang dilantik sebagai deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN adalah warga asli Kaltim. Dia lahir di Samarinda 8 Oktober 1969.
Ayahandanya adalah almarhum HM Fuad Arieph, salah seorang tokoh politik dan pers di Kaltim.
Artinya untuk posisi Deputy masih ada kesempatan dijabat oleh warga asli Kaltim. Inilah peluang yang harus dikejar.
Demikian diungkapkan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Masjaya. Ia berharap orang Kaltim pasti ada yang mampu untuk mengisi jabatan tersebut.
“Ini sesuai instruksi presiden, di jajaran deputi IKN minimal ada dua orang yang berasal dari Kaltim. Itu ditegaskan lagi dalam Perpres 62 Tahun 2022. Sehingga masih ada kesempatan satu jabatan deputi, yang bisa diisi oleh putra Kaltim. Semoga yang terpilih nanti dari yang terbaik dari Kaltim,” ujarnya.
Masjaya yang merupakan salah satu tim transisi IKN menyebutkan, posisi Deputy minimal dua orang, belum lagi untuk posisi direktur dan bagian-bagiannya. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat di Kaltim, warga Kaltim yang berdiam diluar Kaltim, dan yang paham akan Kaltim.
“Kalau Bu Mirna dari sisi kemampuan, karena dia posisi eselon I saya kira tidak perlu diragukan, karena penilaian untuk masuk di posisi Deputy itu tidak sembarangan, pasti ada standard dan persyaratan terkait dengan eselonisasi. Ada kesempatan dan peluang bagi orang Kaltim yang memenuhi syarat bisa berkompetisi, karena setelah ini akan bidding atau di lelang, kalau memenuhi syarat saya kira berpeluang besar untuk masuk,” harapnya.
Yang pasti menurut Masjaya, Unmul selaku universitas terbesar di Kaltim siap memback-up untuk seluruh aktifitas terkait IKN yang menurutnya saat ini sedang berprogres.
“Untuk sekarang ini semua akan berjalan dan tanda-tanda untuk mewujudkan itu sudah jelas dan ini berproses, 2024 sudah akan terpenuhi semua. Kalau tim transisi ini kan hanya akan membantu mempercepat pemindahan pembangunan IKN,” pungkasnya. (log)
















