DPRD PPU: Penggunaan Pakaian Adat di Sekolah Jaga Identitas Bangsa

NB Purwaniawan

Syarudin M Noor, Ketua DPRD Kabupaten PPU. (Ist)
Syarudin M Noor, Ketua DPRD Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, menyebutkan penerapan penggunaan pakaian atau baju adat di sekolah dapat menjaga identitas bangsa.

“Penggunaan baju adat agar menjaga identitas kebangsaan, jadi seluruh sekolah untuk galakan gunakan pakaian adat,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahruddin M Noor di Penajam, Kamis.

Penggunaan baju adat di sekolah juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya melestarikan kebudayaan di Indonesia.

Apalagi pada masa modernisasi saat ini, kebudayaan rentan terkikis kalau tidak dilestarikan dengan berbagai program penguatan budaya yang dilakukan pemerintah.

residen Joko Widodo di Titik Nol, IKN di Kabupaten Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 14 Maret 2022. (Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo di Titik Nol, IKN di Kabupaten Panajam Paser Utara, bersama toko adat. (Biro Setpres)

Kendati demikian, menurut dia, penerapan penggunaan pakaian adat di sekolah jangan sampai membebani para orang tua peserta didik.

Penggunaan baju adat diterapkan di setiap sekolah bisa untuk penguatan kebudayaan lanjut dia, yang pembekalannya dilakukan dari tingkat dasar sampai jenjang yang lebih tinggi.

Pemerintah pusat mengatur penggunaan baju adat mulai dari sekolah tingkat dasar hingga menengah, melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) nomor 50 tahun 2022 Tentang Pakaian Seragam Sekolah.

Masyarakat Adat Laman Kinipan dalam sebuah Festival Laman Dayak Tomun Kinipan 2019. Foto : Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
Masyarakat Adat Laman Kinipan. Foto : Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)

Legislatif (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara menyambut baik dan mendukung aturan mengenai penggunaan baju adat di sekolah tersebut.

Aturan penggunaan pakaian adat cukup positif kata Syahruddin M Noor, apabila diterapkan di sekolah-sekolah karena daoaf mengenalkan budaya secara dini.

“Budaya harus dikenalkan secara dini, walau baju adat yang digunakan berbeda suku tapi semuanya tetap satu Indonesia,” jelas dia.

Pakaian adat bukan sekedar busana resmi suatu daerah, tetapi merupakan identitas bangsa dan bentuk penghargaan terhadap aneka ragam budaya rakyat Indonesia. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses