L Gustian

Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap pembenahan pariwisata di Kabupaten PPU. Selain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi tempat wisata tentu saja agar perputaran ekonomi masyarakat akut terdampak positif.
Muhammad Bijak Ilhamdani, angora DPRD Kabupaten PPU, Jum’at (21/10) berharap perlunya intensifikasi di lokasi pariwisata, termasuk pembangunan pusat kebudayaan. Nantinya pusat kerajinan budaya ini menjadi tempat mempelajari kebudayaan masyarakat setempat. Termasuk menjadi edukasi bagi generasi muda terhadap sejarah budaya generasi terdahulu.

“Kabupaten PPU memiliki banyak seni dan budaya. Maka perlu ada tempat untuk belajar seni dan budaya. Harus ada di sana jadi orang ke sana itu bukan hanya mendatangi tempat wisata. Tapi ada juga daya tarik lain yang membuat orang mau kesana,” jelasnya.

Bijak menambahkan, saat ini pemerintah sudah memberikan relaksasi terhadap sektor pariwisata. Maka satuan kerja yang membidangi pariwisata harus memaksimalkan potensi wisata yang ada. Apalagi mendekati pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sehingga pemerintah wajib membenahi sektor wisata lokal.
“Kami akan memberikan masukan supaya pariwisata yang ada mampu menarik masyarakat dari luar daerah. Gunakan teknologi yang ada, untuk mempromosikan potensi wisata di wilayah PPU,” pungkasnya. (adv/log)
















