Nenek Pemilik Toko Klontongan Jadi Korban Peredaran Uang Palsu

David Purba

Nursiah dan anaknya memegang surat bukti lapora kepolisian terkait peredaran uang palsu yang dialaminya. (DP)
Nursiah dan anaknya memegang surat bukti lapora kepolisian terkait peredaran uang palsu yang dialaminya. (DP)

Balikpapan, helloborneo.com – Seorang pemilik toko kelontong di Jalan Sumber Mulia, Muara Rapak, Balikpapan Utara, Nursiyah (65), menjadi korban peredaran uang palsu (upal) selama kurun waktu satu tahun terakhir. Nursiyah bahkan mengaku sudah empat kali jadi korban peredaran uang palsu dengan pelaku yang sama.

Setiap kali datang pelaku selalu membeli satu bungkus rokok dengan uang pecahan Rp 100 ribu.

“Kejadiannya tidak langsung, tapi diberi jarak. Kali pertama kalau tidak salah sudah hampir satu tahun, lalu sekitar tiga bulan. Kejadian terakhir Selasa (13/12) sore, pelaku terekam CCTV yang baru dipasang. Malamnya kami laporkan ke Polresta Balikpapan,” jelas Nursiyah.

Ia menambahkan, saat melancarkan aksinya, pelaku memesan sebungkus rokok dan biasanya akan berpura-pura menanyakan alamat untuk mengalihkan perhatian. Setelah mendapat uang kembalian pelaku langsung bergegas pergi.

Untuk menutupi identitas, pelaku juga selalu menggunakan masker dan helm.

“Tapi motornya sama, makanya saya ingat,” kata Nursiyah.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Balikpapan, Iptu Alvan mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan soal adanya peredaran uang palsu ini.

“Iya sudah ada laporan soal temuan uang palsu. Sudah kami amankan rekaman CCTV dan uang palsunya, kami sedang lalukan penyelidikan lebih lanjut,” terang dia.

Alvan juga berpesan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan jelang Natal dan Tahun Baru. “Jika ada temuan uang palsu tolong segera melapor supaya bisa segera diusut oleh kepolisian,”ungkapnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses