BNNK Perkuat Penjagaan Pintu Masuk Kota Balikpapan, Narkoba Baru Tetap Rawan di Tahun 2023

Kepala BNNK Balikpapan Risnoto (berbaju loreng). (Foto: helloborneo.com/RoyMS)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan memberi perhatian serius terhadap potensi masuknya narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Peredaran narkoba jenis baru dipredisi masih sangat rawan pada tahun 2023 ini.

Perlu diketahui, setidaknya ada dua kasus narkotika jenis baru yang mengemuka di Kota Balikpapan sepanjang kurun waktu tahun 2022. Satu di antaranya kasus peredaran ganja dalam bentuk cair yang diungkap jajaran BNNK Balikpapan sekitar semester dua tahun lalu.

Kasus tersebut termasuk dalam enam kasus peredaran narkoba yang ditangani BNNK sepanjang tahun 2022. Kepala BNNK Balikpapan Risnoto mengakui kondisi ini menunjukan bahwa jenis dan modus peredaran gelap narkoba masih mengancam.

Sebagai informasi tambahan, Ia mengatakan bahwa produksi narkoba baru di dunia sampai kini sudah mencapai 1.150 jenis. Dari jumlah tersebut, 91 jenis di antaranya telah masuk ke Indonesia.

Sementara di saat yang hampir bersamaan, Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) baru menetapkan 85 jenis narkoba baru. Meski aturan ini bisa menjadi dasar bagi pihaknya untuk melakukan penegakan hukum, masyarakat diimbau agar tidak lengah.

“Sisa 6 jenis yang belum diatur dalam Permenkes. Ini perlu kita antisipasi bersama-sama,” ujarnya di Kantor BNNK Balikpapan.

Risnoto menambahkan, pihaknya tetap berkomitmen melakukan upaya-upaya pencegahan menghadapi tantangan tahun 2023 tersebut. Mulai dari penguatan kerjasama dengan stakeholder yang berwenang di jalur-jalur pintu masuk Kota Balikpapan.

“Langkah-langkah razia di pintu masuk Kota Balikpapan sudah kita lakukan sepanjang tahun 2022, tentu akan kami perkuat lagi pada tahun mendatang,” tuntasnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses