Menhub Ajak Insinyur Mengkoneksikan Balikpapan-IKN Lebih Efisien

Rio Taufiq Adam

Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi memberi pembekalan dan pemaparan Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia. (Ist)
Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi memberi pembekalan dan pemaparan Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Hotel Novotel, Balikpapan, Jumat (20/1) Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi memberi pembekalan dan pemaparan kepada insinyur untuk berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Terutama membangun konektivitas transportasi antara IKN dengan kota penyangganya.

Selain, dia juga membuat tantangan agar tercipta integrasi antarmoda transportasi. Serta pembangunan sistem yang lebih efisien, cepat, hemat biaya, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebab, konsep IKN yang berlandaskan kota cerdas yang hijau dan berkelanjutan, dibutuhkan sistem transportasi yang andal, juga menjawab kebutuhan di masa yang akan datang.

“Kendaraan listrik akan menjadi akomodasi utama nantinya di IKN. Dengan konsep yang berorientasi lingkungan,” kata Menhub yang juga merupakan angota PII.

Penggunaan transportasi massal, juga akan menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan akomodasi di IKN. Seperti penggunaan kereta atau bus listrik. Serta meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi.

Tidak hanya sistem transportasi, Menteri Budi juga meminta kepada PII untuk menyusun konetivitas IKN dengan kota-kota sekitarnya. Termasuk Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Terutamanya dari Balikpapan dan IKN, atau sebaliknya yang selama proses pembangunan ini telah menjadi penghubung utama.

“Silakan usulkan PII, menyambungkan titik-titik transportasi. Sehingga bandara di Balikpapan itu ada penumpang. Balikpapan-IKN ada penumpang, dan sebaliknya. Karena garis itu masih imajiner, tolong diaplikasikan,” ujar Budi.

Pasalnya, Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim, memiliki Bandara Sepinggan Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) yang merupakan konektor utama ke IKN. Dia menerangkan, integrasi transportasi bisa dalam berbagai jenis. Misalnya, kereta atau halte-halte bus yang memudahkan orang untuk bertransportasi dari Balikpapan ke IKN, atau sebaliknya.

“Kita beruntung punya IKN dekat dengan satu kota (Balikpapan) yang populasinya memadai. Atas volume kota tersebut, harus digunakan untuk memajukan IKN. Oleh karenanya konektivitas itu sangat penting,” terang Budi Karya Sumadi.

Kebutuhan logistik juga menjadi sangat vital menurut Budi. Saat ini, Kementerian Perhubungan menyatakan tidak dibutuhkan pembangunan pelabuhan baru untuk mendukung kebutuhan IKN. Sehingga pihaknya akan memaksimalkan pelabuhan yang ada, yakni Pelabuhan Semayang di Balikpapan.

“Kalau dibutuhkan penambahan perluasan baru kita pikirkan. Tapi untuk sekarang kita manfaatkan dulu yang ada, karena kapasitasnya juga masih sangat cukup,” jelas dia.

Moderator, dalam diskusi bersama Menhub Budi yakni, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU. ASEAN.Eng menyatakan bahwa para insinyur di Indonesia harus visioner. Tidak takut untuk bermimpi terhadap pembangunan IKN.

“IKN ini adalah sebuah mimpi indah, yaitu membangun sistem transportask terpadu berkelanjutan. Ini satu contoh yang dapat menjadi laboratorium berpraktek keinsinyuran,” kata profesor dari Universitas Gadjah Mada.

Pria yang kerap disapa Prof ATM ini menjelaskan, Konsep transportasi yang selama ini dikembangkan Kementerian Perhubungan berserta stakeholder terkait, nantinya yakni berwawasan lingkungan, bersifat massal dan terjangkau.

“Jika kita berbicara pembangunan transportasi massal pada kota yang kita bangun dari nol, seperti IKN juga harus diukur efisiensinya. Sehingga PII didorong untuk mewujudkan visi kita membangun IKN,” jelas Prof ATM. (*/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses