
Penajam, helloborneo.com – Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KDOD LAN) akan menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kepala Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional Bidang Pengembangan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Aswad beserta rombongan mengunjungi lokasi Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kunjungan Puslatbang KDOD LAN ini diterima oleh Asisten III Administrasi Umum, Ahmad Usman di Guest House Bupati PPU, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (15/02/2023).
Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan informasi kondisi lingkungan, perkembangan pembangunan IKN serta untuk mengtahui dukungan Pemerintah Kabupaten PPU terhadap pembangunan IKN.
Selain mendapatkan informasi dan gambaran tersebut, hal ini bertujuan untuk memperkuat peran dan kontribusi Puslatbang KDOD LAN yang mempunyai tugas melaksanakan pelatihan dan pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kajian di bidang desentralisasi dan otonomi daerah dalam rangka mendukung IKN.
Asisten III, Ahmad Usman membuka sesi audiensi dengan menjelaskan secara singkat bagaimana gambaran kondisi Kabupaten Penajam Paser Utara terutama di Kecamatan Sepaku yang akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Berdasarkan data luas Kecamatan Sepaku adalah 1.172,36 Km2 dan jumlah penduduknya 38.320 jiwa dengan kondisi akses jalan dari Kota Balikpapan maupun dari Kabupaten PPU lebih cepat dibanding tahun tahun sebelumnya,” ucap Ahmad Usman.
Ahmad Usman juga menjelaskan dengan adanya akses Jembatan Pulau Balang masyarakat luar daerah dapat lebih cepat menuju ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Muhammad Aswad juga membuka sesi tanya jawab kepada rombongan Puslatbang KDOD LAN agar dapat menambah gambaran atau informasi terkait IKN.
Puslatbang KDOD LAN mendukung berupa terkait persiapan ASN daerah penyangga hal itu karena posisinya yang cukup strategis maka diperlukan upaya penguatan di sisi SDM ASN dan juga memprioritaskan kebutuhan dan kompetensi yang mendukung IKN berbasis digital. Selain itu juga memprioritaskan berupa penganggaran, pelatihan dan kajian untuk memperkuat SDM ASN. (adv/log)

















