Bendungan Sepaku Semoi Mengancam 4 Kelurahan dan Desa, BWS IV Gelar Sosialisasi

Edy Suratman Yulianto

Bupati PPU, Hamdam Pongrewa. (Ist)
Bupati PPU, Hamdam Pongrewa. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam Pongrewa sepakat dengan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Sepaku Semoi, oleh Balai Wilaah Sungai Kalimantan IV Samarinda.

RTD menurut Hamdam Pongrewa harus bisa menjalankan evakuasi, mulai dari titik evakuasi hingga jalur evakuasi. Bagi orang nomor 1 di Kabupaten PPU ini, bakal ada 4 desa dan kelurahan yang akan terdampak dari bendungan ambrol.

“Evakuasi, dimana titik evakuasi, dimana jalur evakuasinya itu aja. Itu akan berdampak ke 4 desa dan kelurahan dan akan berdampak langsung jika bendungan itu jebol,” kata Hamdam Pongrewa.

Bila bendungan jebol terjadi masyarakat yang terdampak akan segera mendapatkan penanganan. Tentunya pihak Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan, telah mempersiapkan dan harus bisa segera mensosialisasikan secara masif.

“Kalau terjadi darurat masyarakat harus berbuat apa terus siapa melakukan apa, dimana tempat di evakuasi. Sudah dipersiapkan ini yang disosialisasikan,” ujarnya.

Hamdam Pongrewa bersepakat atas RTD yang akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan tersebut. Tak hanya memikirkan berdampak pada masyarakat, dirinya juga menyebutkan evakuasi hewan ternak harus diberikan solusinya.

“Itu kan teknis tidak bisa kita tolak, minta saya tidak suka seperti itu. Karena itu teknis, itu kajian teknis yang memitigasi kalau itu jebol maka air yang sekian juta kubik mengalir melalui sungai. Masyarakat harus diangkat, ternaknya harus diangkut, diselamatkan,” tuturnya.

Apanya direncanakan oleh Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan mutlak, sehingga tidak bisa memberikan usulan seperti relokasi kepada masyarakat yang akan terdampak.

“Kalau relokasi bukan pilihan. Ini prediksi saja. Bendungan ini bukan didesain ecek-ecek, sangat memperhitungkan faktor keamanannya. Lalu ada faktor x, kalau alam mau tidak ada yang tidak bisa toh. Kalau manusia menghitungnya sudah sangat safety terus tiba tiba bencana ya jebol. Tidak perlu dipikirkan di relokasi,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses