Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pasca banjir di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) setidaknya terdampak ada 2 desa yakni Desa Sumber Sari dan Desa Gunung Makmur. Banjir yang menghantam 2 desa itu, disebut merugikan lahan pertanian seluas 736 hektare.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, Budi Susanto mengatakan data tersebut masih perlu proses beberapa proses untuk menyakinkan dampak yang benar terjadi. Dengan demikian tindakan yang dilakukan diharapkan bisa tepat dan akurat.
“Data tersebut masih perlu divalidasi, kami akan koordinasi dengan Dinas Pertanian terkait data tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Wakidi menyatakan pemerintah harus membantu para petani. Para petani diakui dirinya mengalami gagal panen akibat banjir tersebut.
“Ya yang jelas kita harus bantu petani kita ini. Mereka sudah gagal panen gara-gara air kiriman dari telake,” kata Wakidi.
Dalam membantu petani yang terdampak banjir, Wakidi tak terlalu muluk-muluk. Dirinya berkeinginan agar pemerintah mampu berpihak kepada petani. Bantuan yang dianggap dirinya penting, yakni berupa benih, pupuk, pestisida hingga program lainnya.
Wakidi sadar pemerintah tak wajib memberikan bantuan secara tunai. Pasalnya, menurut politisi Partai Keadailan Sejahtera (PKS) Kabupaten PPU ini, bantuan tunai sulit direalisasikan lantaran akan terhalang aturan.
“Ya kalau bantu fresh money tidak memungkinkan secara aturan. Tapi bisa di musim tanam yang akan datang minimal para petani tidak mengeluarkan biaya yang besar. Contohnya dibantu benih, pupuk, pestisida. Kalau ada program dibantu program subsidi olah tanah,” bebernya.
Pemerintah tak hanya harus memikirkan pasca kejadian. Menurutnya harus ada tindakan awal sebagai upaya pencegahan banjir berulang. Air banjir yang dianggap kiriman dari Desa Muara Telake, Kabupaten Paser. Sehingga upaya pencegahan yang dianggap penting adalah realisasi Bendung Regulator Telake.
“Ya harus ada upaya, karena dampak banjir telake inikan sudah bertahun-tahun terjadi. Bendung regulator telake inikan sekalian untuk pengendali banjir itu juga salah satu manfaatnya kalau dibangun,” pungkasnya. (adv/log)
















