
Kutai Kartanegara, helloborneo.com – Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Berdasarkan data Budan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, setidaknya ada 194 destinasi di Kaltim. Ditambah lagi, tahun ini saja ada 166 event yang diselenggarakan di Benua Etam, yang berpotensi mendatangkan wisatawan.
Merujuk pada tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meyakini, jika promosi pariwisata dan ekonomi kreatif terus digencarkan, akan meningkatkan perekonomian Benua Etam dari dua sektor tersebut. Salah satu langkahnya adalah dengan mengajak media dan konten kreator untuk mempromosikan pariwisata tersebut.
Dalam rangka, mengkolaborasikan stakeholder yang ada untuk bersama-sama menggerakkan pariwisata dan ekraf di Kaltim, digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) mengusung tema “Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Sadar Wisata Melalui Sosial Media” di Aula Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Sabtu (15/4/2023).
Hetifah menjelaskan, media sosial saat ini sangat penting dalam memajukan sektor pariwisata dan ekraf. Untuk itu, diperlukan konten yang bagus dan edukatif, sehingga dapat menjadi informasi kepada masyarakat, dan juga wisatawan yang hendak berkunjung ke Kaltim.
“Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif bisa membuat konten yang sangat luar biasa. Sehingga saat kita post bisa viral,” ujar dia.
Berdasarkan data, milenial dan gen z adalah dua kategori umur yang saat ini mendominasi populasi di Tanah Air. Dengan total akumulasi keduanya mencapai 144,87 juta jiwa, adalah pangsa pasar yang sangat besar untuk pariwisata dan ekonomi kreatif di Benua Etam.
“Apalagi, milenial dan gen z adalah pengguna media sosial paling aktif. Sehingga, keinginan dan selera mereka, turut dipengaruhi apa yang sedang viral atau ramai di media sosial. Serta mencari berdasarkan rekomendasi di internet,” terang anggota DPR RI dapil Kaltim ini.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar tersebut menerangkan, dengan sikap serta keinginan validasi dari media sosial, juga turut menentukan destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh dua generasi tersebut.
“Sehingga, sangat penting bagi destinasi wisata juga dapat menonjolkan spot-spot foto yang Instagram-able,” terang dia.
Dia mengharapkan, dengan adanya kolaborasi antara konten kreator dan media, dapat membantu mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim semakin maju. Bahkan ikut membantu pemerintah di sektor ini.
“Sehingga bukan hanya menarik perhatian para wisatawan lokal maupun mancanegara. Juga bisa menarik para investor datang ke Kaltim,” katanya.
Kepala Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kmemenparekraf) Martini menerangkan, konten kreator dan media adalah dua dari kolaborasi pentahelix. Dia menerangkan, ada lima unsur dalam kolaborasi pentahelix, yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media.
“Sehingga kegiatan Bimtek yang digelar hari ini sudah sangat tepat, karena melibatkan tiga dari lima unsur tersebut. Sekarang, tinggal bagaimana semua unsur ini di Kaltim mampu berkolaborasi,” terang Martini.
Dia menjelaskan, selama beberapa hari berkunjung ke Benua Etam, dia merasakan ekonomi kreatif sudah sangat mapan. Dia bercerita saat tiba di Balikpapan dari Jakarta, langsung menikmati buka puasa kepiting, yang merupakan kuliner khas yang wajib disantap ketika tiba di Kaltim.
Kemudian esok harinya, melanjutkan perjalanan ke Samarinda, dan berjalan-jalan ke Citra Niaga untuk mencari busana dan cendera mata khas Benua Etam. Martini lalu menemukan pakaian yang sangat menarik, dengan kombinasi kain tenun, serta batik khas Kaltim yang dikenakannya saat Bimtek.
“Dari perjalanan saya ini saja, sudah bisa dijadikan konten. Saya yakin, jika sub sektor fesyen, kriya dan kuliner bisa menjadi andalan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim. Ini pakaian baru saya beli kemarin, keren sekali. Bisa saya pakai kerja juga nantinya,” terang dia.
Martini berharap dengan digelarnya Bimtek yang diadakan oleh Kemenpar/Baparekraf bersama DPR RI ini, bisa memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim semakin pesat. Terutama dengan menghasilkan konten-konten berkualitas, dari konten kreator serta media di Kaltim. (*/log)
















