Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah melaporkan data pertanian yang terdampak banjir di Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU. Terkini Dinas Pertanian Kabupaten PPU tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pemerintah pusat untuk memberikan bantuan terdampak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rozehan Asward mengaku bahwa data terdampak banjir sudah disetorkan kepada pemerintah provinsi untuk selanjutnya ditindaklanjuti pemerintah pusat.
“Sudah kita laporkan ke provinsi, provinsi sudah bersurat ke pusat untuk di SK kan bantuannya sekian,” ujar Rozehan Asward.
Data yang dihimpun pihaknya menyimpulkan lahan pertanian terdampak banjir di Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU seluas 629 hektare. Namun tak seluruhnya mengalami gagal panen. Sedangkan gagal panen atau puso hanya sekitar 410.5 hektare.
“Jadi berdampak banjir 629 hektare, sekitar 410.5 hektare puso gagal panen dan sisanya masih bisa panen,” ucapnya.
Secara terperinci, lahan padi puso di Desa Sumber Sari seluas 328 hektare dan Gunung Makmur 62 hektare ditambah lahan semangka 9.5 hektare dan cabai 11 hektare.
Untuk jenis bantuan yang akan terealisasi, menurutnya hanya dalam bentuk bibit. Itupun akan dibantu melalui pemerintah pusat. Hal ini dianggap tidak menyalahi kewenangan yang ada.
Sebelumnya, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Wakidi sangat berharap adanya perhatian pemerintah kepada petani terdampak. Dirinya juga berpendapatan untuk bantuan yang tepat yakni tidak berupa tunai, melainkan bibit, pupuk atau bahkan program unggul pertanian.
“Ya kalau bantu fresh money tidak memungkinkan secara aturan. Tapi bisa di musim tanam yang akan datang minimal para petani tidak mengeluarkan biaya yang besar. Contohnya dibantu benih, pupuk, pestisida. Kalau ada program dibantu program subsidi olah tanah,” pungkas Wakidi. (adv/log)
















