Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Usai melakukan klarifikasi untuk mencapai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya, Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sekretaris Daerah Kabupaten PPU mengaku kerjasama yang dilakukan oleh pihak yang terlibat dijalankan secara maksimal.
Ditemui usai menjalani zoom meeting bersama penilai dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (KemenPPA), Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar mengaku semua tim gugus tugas telah berperan secara maksimal sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
Kini pihaknya tinggal berserah dirinya kepada tim penilai untuk bisa menilai secara objektif apa yang telah menjadi upaya pihaknya untuk mencapai KLA.
“Tinggal sekarang seperti apa penilaiannya, karena sulit sebetulnya klarifikasi seperti ini,” kata Tohar usai zoom meeting, Senin (29/05/2023).
Upaya pihaknya dari 24 indikator penilaian untuk mencapai KLA di tingkat madya telah terisi secara menyeluruh. Meski demikian harus menunggu tim penilai untuk menentukan layak tidaknya Kabupaten PPU menjadi KLA.
“Indikator penilaiannya 24 sudah terisi semua, cuma persoalannya menurut persepsi penilai apakah sudah perfek atau belum kan juga kita tidak tahu ukurannya seperti apa,” imbuhnya Sekda Kabupaten PPU.
Diucapkan dirinya, hal terpenting dari program KLA adalah pemenuhan hak dasar anak di Kabupaten PPU. Meski tidak mendapatkan KLA tingkat madya nantinya, Kabupaten PPU diharapkan mampu menciptakan ramah terhadap hak anak.
“Ya saya tidak berharap banyak lah, yang penting hak anak itu terpenuhi, kuncinya kan itu. Stempel atau segi layak itu nomor sekian bagi saya, prinsip dasarnya kan begitu,” ucapnya. (adv/log)
















