Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Memasuki usia ke 51 tahun, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) harus mampu menuju desa mandiri. Selain pandai menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Daerah dan Dana Desa (DD) dari Pemerintah Pusat, juga anggap perlu memanfaatkan sumber pendapatan di desa itu sendiri.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor memandang penggunaan ADD dan DD di Desa Babulu Laut, perlu menghindari belanja konsumtif atau dipikirkan secara matang.
Penggunaan ADD dan DD, menurutnya harus bisa meningkatkan pendapatan dari dalam, sehingga tidak hanya melulu berharap dari anggaran pemerintah. Penggunaan ADD dan DD bisa lakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes)
“Kita harapkan, saya kemarin berpesan kepada kepala desanya ADD dan DD itu jangan dibelanjakan habis untuk konsumtif aja, kita mau bahwa ada feedback yang bisa kita harapkan ada PADesnya,” kata Syahrudin M Noor.
Menggunakan ADD dan DD dimungkinkan untuk PADes melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Syahrudin M Noor mengaku banyak potensi PADes di Desa Babulu Laut.
Melihat posisi Desa Babulu Laut yang dengan berbagai potensi, melalui sektor pariwisata, pelelangan ikan, hingga produksi es balok untuk kebutuhan nelayan. Dimana Desa Babulu Laut ini cukup terkenal dengan perikanan.
“Jadi Desa itu bisa membangun usaha mulai BUMDes kan, bisa dapat pendapatan sendiri ya. Nah dia (Pemerintah Desa Babulu Laut) bisa melakukan itu kan, membuat destinasi wisata, pelelangan ikan, es balok di sana, jadi tinggal kreatif-kreatifnya Desa aja,” ujarnya. (adv/log)
















