Kelurahan Petung Akan Bentuk Profil Kelurahan Menggunakan Teknologi Informasi

Edy Suratman Yulianto

Kantor Kelurahan Petung. (Ist)
Kantor Kelurahan Petung. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya menggalakkan pendayagunaan data profil sebagai wujud untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan di tingkat kelurahan.

Lurah Kelurahan Petung, Achmad Fitriady menerangkan pendayagunaan data profil memiliki peran kunci dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Dimana, data itu mencakup berbagai aspek yang menjadi landasan strategis untuk pembangunan wilayah.

“Kami sedang berupaya untuk memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi, potensi, dan tantangan di Kelurahan Petung. Dengan data yang akurat, kami dapat merancang program dan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Achmad Fitriady.

Keperluan dalam data pembangunan profil Kelurahan Petung, bukan saja tentang data demografis, tetapi melibatkan data ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sektor-sektor penting lainnya.

“Penting bagi kami untuk memiliki pemahaman yang holistik tentang keadaan kelurahan. Dengan begitu, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan merumuskan solusi yang sesuai dengan konteks lokal,” imbuhnya.

Tentunya niat baik, Achmad Fitriady harus dilakukan secara bersamaan. Tidak hanya melibatkan pemerintah di tingkat kelurahan, melainkan perlu berkolaborasi antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengumpulan data.

“Kami mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti perusahaan, lembaga pendidikan, dan instansi terkait untuk mendapatkan data yang komprehensif,” jelasnya.

Dalam menyusun profil kelurahan, Pemerintah Kelurahan Petung akan memanfaatkan teknologi informasi, demi mempermudah pengumpulan, analisis, dan presentasi data.

“Kami melibatkan aparatur kelurahan dan warga dalam pelatihan-pelatihan terkait manajemen data. Ini agar semua pihak yang terlibat dapat memiliki pemahaman yang baik dalam mengelola data dan memastikan data yang dihasilkan berkualitas,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses