Otorita IKN Maksimalkan Pelibatan Tenaga Kerja Lokal Bangun Kota Nusantara

Bagus Purwa

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin. (Ist)
Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memaksimalkan pelibatan tenaga kerja tenaga kerja lokal dalam pembangunan Kota Nusantara, ibu kota negara Indonesia baru pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Pelibatan tenaga kerja lokal secara maksimal terus dilakukan,” ujar Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin di Penajam.

Pelatihan kapasitas tenaga kerja lokal yang produktif dilakukan pemerintah pusat untuk menunjang maksimalkan pelibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Kota Nusantara.

Tenaga kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi bisa digunakan untuk bekerja dalam membangun ibu kota negara Indonesia baru.

“Sertifikasi salah satu syarat bagi pekerja untuk diterima dan terlibat dalam pembangunan Kota Nusantara,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, tidak semua tenaga kerja lokal yang telah diberikan pelatihan dan memiliki sertifikasi terserap dalam pembangunan ibu kota negara Indonesia baru.

Sejumlah tenaga kerja lokal tidak mau bekerja dalam pembangunan Kota Nusantara karena tidak cocok dengan gaji, kata Alimuddin, beberapa tenaga kerja lokal ada yang berhenti setelah diterima bekerja dalam pembangunan ibu kota negara Indonesia baru itu.

Kemudian sejumlah tenaga lokal yang telah diberikan pelatihan dan memiliki sertifikasi, ada memilih pekerjaan lain di luar dari pembangunan Kota Nusantara.

Kementerian Tenaga Kerja dan Perumahan Rakyat (PUPR), mencatat sebanyak 10.000 tenaga kerja terlibat pengerjaan sejumlah proyek pembangunan Infrastruktur ibu kota negara baru Indonesia yang saat ini tengah berjalan.

Dia menjelaskan, dari 10.000 tenaga kerja yang terserap itu, 30 persen atau 3.000 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal masyarakat Kalimantan Timur, termasuk tenaga kerja atau warga Kabupaten Penajam Paser Utara.

30 persen tenaga kerja lokal yang terserap dalam pembangunan Kota Nusantara itu  yang mendapatkan pelatihan dan memiliki sertifikasi, kemudian 7.000 atau 70 persen pekerja lainnya berasal dari luar daerah Provinsi Kalimantan Timur. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses