Makmur Marbun Minta Musrenbang Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi

Edy Suratman Yulianto

Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Penjabat Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun berharap usulan yang ada di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) berpatokan melalui data Data Desa dan Kelurahan Presisi.

Makmur Marbun menyayangkan terjadinya silpa tahun 2023 sekitar Rp 200 miliar. Berdasarkan data tersebut dianggap perlu perbaikan usulan yang tertuang di Musrenbang di Kabupaten PPU. Mencegah terjadinya silpa di tahun 2024.

“Jadi saya kan belajar dari tahun sebelumnya, saya lihat Kenapa sih banyak program tidak jalan, ditetapkan tapi tidak maksimal. Nah kalau datanya valid, saya pikir tidak mungkin ada silpa, kan tidak mungkin banyak Rp 200 an miliar. Tuh kan ngeri banget gitu loh,” kata Makmur Marbun, kepada media ini, Senin (19/02/2024).

Musrenbang tahun 2024 ini, Makmur Marbun menginginkan usulan yang tertuang harus berdasarkan data melalui Data Desa dan Kelurahan Presisi. Hal tersebut dilakukan agar perencanaan bernilai baik dan terealisasi nyaris sempurna.

“Nah, artinya perencanaannya tidak benar, kurang tepat. Nah di sini, di Musrenbang ini harus tepat makanya saya sajikan data di Desa dan Kelurahan Presisi itu tadi,” ujarnya.

Dengan menggunakan data-data melalui Data Desa dan Kelurahan Presisi, menurutnya akan lebih bagus dan maksimal terlihat kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Bila usulan itu mampu berbasis data otomatis akan menghasilkan hal baik di lapangan.

“Menurut saya harus lebih bagus, lebih maksimal, lebih mengenai sasaran itu saja. Menurut saya jadi Musrenbang ini kan sudah semua bisa dilakukan betul ya,” pungkasnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses