
Penajam, helloborneo.com – Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rahman Wahid mengungkapkan, pendidikan hendaknya tidak hanya memunculkan angka di rapor sekolah. Pendidikan jangan hanya terfokus kepada pelajaran di sekolah saja, menurutnya pendidikan harus juga mengasah budi pekerti dan budaya.
“Saya berharap ke depan pendidikan kebudayaan banyak disampaikan di sekolah, sehingga budaya bisa tetap hidup sejak dini dan merasuk dalam jiwa anak-anak sejak masih di bangku sekolah,” harapnya Politisi Muda Partai Gerindra ini.
Ke depan, imbuhnya, pendidikan juga harus bisa menciptakan generasi yang tangguh dan tidak cengeng. Jangan sampai hanya gara-gara hal yang tidak seharusnya menjadi masalah besar, guru yang menjadi pendidik siswa harus berhadapan dengan pihak yang berwajib.
“Saya tidak setuju kekerasan kepada anak. Namun kalau guru mencubit siswa untuk mendidik, ya jangan dilaporkan ke polisi. Kalau itu terjadi terus tentu tidak ada orang yang mau jadi guru lagi,” ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini bangsa Indonesia sedang membutuhkan guru-guru hebat yang bisa melahirkan generasi yang berkepribadian kuat, mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain, tidak lembek dan rapuh.
“Apapun kurikulumnya, asal gurunya hebat, maka tidak akan ada masalah memakai kurikulum apapun,” tegasnya.
Ia juga mendukung penuh masuknya pendidikan kebudayaan di sekolah-sekolah. Bahkan legislator yang nantinya akan duduk kembali pada periode 2024-2029 di jajaran DPRD Kabupaten PPU ini mendeklarasilam sebagai Serambi Nusantara atas keberadaan IKN. (adv/log)
















