
Jakarta, helloborneo.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategi (Renstra) pada 2023 di hadapan Komisi VI DPR RI.
Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI. Melalui keterangan resmi yang dikutip, menurutnya sejumlah capaian positif dapat ditorehkan pada tahun lalu.
Beberapa capaian pada 2023 yaitu rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,04 persen dari target 3,21 persen. Kemudian pertumbuhan wirausaha mampu mencapai target 2,74 persen dan pertumbuhan start-up mencapai 347 unit dari target 150 unit.
“Untuk proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga keuangan formal mencapai 30,62 persen dari target 29,1 persen. Kemudian rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan mencapai 19,36 persen dari target 21,7 persen,” kata Menteri Teten.
Selanjutnya program transformasi usaha mikro dari informal menjadi formal mencapai 6,41 persen dari target empat persen. Selanjutnya kontribusi koperasi terhadap PDB telah mencapai 6,22 persen dari target 5,4 persen.
“Untuk jumlah koperasi modern yang berhasil dibangun mencapai target yaitu 400 unit. Sementara dari sisi realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp1,36 triliun dari total anggaran Rp1,39 triliun atau 97,80 persen,” kata Teten.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-P Mufti A.N Anam mengapresiasi capaian kinerja KemenKopUKM pada 2023. Menurutnya KemenKopUKM menjadi satu-satunya Kementerian mitra Komisi VI DPR yang berani menyampaikan realisasi kinerja tahun lalu berbasis target renstra.
“Menurut kami ini positif untuk ditiru oleh Kementerian lain sebagai tolak ukur kinerja. Saya juga mengapresiasi Pak Menteri yang berani mengingatkan renstra kami,” kata Mufti. (ip/log)
















