
Penajam, helloborneo.com – Di era globalisasi saat ini, ada indikasi yang menyatakan masyarakat di Indonesia akan mengalami penurunan kemampuan atau daya untuk survive (bertahan) di masa yang akan datang, seiring dengan munculnya fakta bahwa krisis di tengah masyarakat yaitu bertambahnya penduduk yang kurang mampu.
Hal utama dari itu adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di wilayah kecamatan melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG).
“Teknologi tepat guna sengaja dipilih, karena merupakan teknologi yang sederhana dan dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat, memberikan nilai tambah dan berkelanjutan. Sehingga dapat membawa masyarakat untuk terlepas dari sistem produksi tradisional,” kata Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun.
“TTG adalah memanfaatkan potensi-potensi sumber daya alam yang ada dengan melakukan pengembangan teknologi sederhana dengan biaya operasional yang rendah, sehingga memudahkan dalam membantu apa yang menjadi masalah dalam masyarakat,” tuturnya.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang baik, salah satunya serat. Indonesia memiliki serat atau fiber terbaik di dunia. Bahkan, saat ini saya sedang meneliti serat kelapa untuk dibuat rompi anti peluru.
“Setiap kecamatan di Kabupaten PPU memiliki potensi. Oleh karena itu, masing-masing kecamatan untuk membuat produk unggulannya sendiri,” katanya menambahkan.
Terkadang produk yang dihasilkan melalui kegiatan Teknologi Tepat Guna ini kurang relevan dengan kondisi masyarakat yang menyukai produk yang praktis dan mudah. (adv/kmf/log)
















