Festival Layang-Layang Gairahkan Semangat Kaum Muda di PPU

Edy Suratman Yulianto

Festival Layang-Layang Kabupaten PPU. (Ist)
Festival Layang-Layang Kabupaten PPU. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dalam rangka mendorong partisipasi kaum muda dan melestarikan olahraga tradisional, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Festival Layang-Layang yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali budaya bermain layang-layang yang sudah ada sejak lama, namun kini mulai terpinggirkan oleh perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Andi Singkerru, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, dalam pidatonya menyampaikan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah tantangan modernisasi.

“Saat ini kita dihadapkan dengan tantangan besar, di mana anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar. Melalui festival layang-layang ini, kami ingin memperkenalkan kembali kesenangan bermain layang-layang sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan mengajak generasi muda untuk aktif secara fisik,” ujar Andi.

Tidak hanya menjadi ajang permainan, festival ini juga memiliki tujuan strategis untuk membangun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya sekedar menjadi perayaan tahunan, tetapi bagaimana caranya festival ini bisa dikembangkan lebih jauh. Kami berupaya untuk mengombinasikannya dengan pihak-pihak eksternal, baik itu dari sektor swasta maupun mitra dari luar negeri, sehingga bisa menjadi event yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Festival Layang-Layang yang diselenggarakan kali ini menampilkan berbagai jenis layang-layang tradisional dengan desain, warna, dan ukuran yang beragam.

Peserta dari berbagai daerah turut serta dalam kompetisi layang-layang yang diadakan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Peserta berlomba untuk menerbangkan layang-layang setinggi mungkin dengan kontrol yang baik, menambah semarak dan antusiasme pengunjung.

Selain perlombaan, festival ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah dan filosofi di balik permainan layang-layang. Beberapa pameran menampilkan layang-layang yang digunakan dalam berbagai ritual dan upacara adat di masa lalu.

“Festival ini bukan hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi,” ujarnya.

Andi Singkerru juga berharap melalui festival ini, pemerintah dapat mendorong sektor pariwisata di Kabupaten PPU. Dengan menjadikan layang-layang sebagai ikon festival tahunan, ia yakin kabupaten ini bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional.

“Kami melihat potensi besar untuk menjadikan festival layang-layang ini sebagai daya tarik wisata. Jika kita bisa mengemasnya dengan baik dan mendapatkan dukungan dari mitra-mitra yang tepat, festival ini bisa menjadi agenda tetap yang akan menghidupkan sektor pariwisata di daerah kita,” pungkasnya. (adv/kmf/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses